Rektor Nonaktif UNM Buka Suara soal Demo di Kementerian: Selama Ini Kami Diam, Itu Panggilan Nurani

14 hours ago 3
Aksi unjuk rasa Forum Mahasiswa UNM di Jakarta (Foto: Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Rektor nonaktif UNM, Prof. Karta Jayadi, menyebut bahwa saat ini pihak yang mendukungnya selalu diam dalam menghadapi proses hukum.

Hal ini diungkapkan Karta setelah dirinya terus dibanjiri dukungan moral dari loyalis hingga mahasiswa.

Setelah bentangan spanduk di pagar UNM Phinisi, baru-baru ini Forum Mahasiswa UNM terbang ke kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikdiksaintek) Jakarta.

Dalam aksinya di Jakarta, mereka membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya, meminta agar Karta kembali menjadi Rektor UNM.

Hanya saja, dukungan demi dukungan yang mengalir ke Karta dianggap sebagai settingan.

Apalagi, yang mengaku korban dugaan pelecehan verbal oleh Karta menduga aksi unjuk rasa itu sengaja dirancang untuk menggiring opini publik.

"Selama ini kami diam agar proses hukum berjalan lancar tanpa tekanan," ujar Karta kepada fajar.co.id, Jumat (28/11/2025).

Dikatakan Karta, semakin lama opini yang berkembang di Medsos terkesan tidak terkontrol.

"Makin tidak karuan dalam menyampaikan informasi dan banyak nitizen mudah percaya. Mungkin itu sebabnya yang selama ini diam mencoba bersuara," sebutnya.

Mengenai dugaan aksi yang berlangsung di Jakarta dan Makassar ditunggangi, Karta membebaskan publik memberikan penilaiannya sendiri.

"Tergantung penilaian orang, apa drama, ditunggangi, bayaran. Tapi menurut saya itu panggilan nurani," ucap Karta.

"Karena selama ini demo-demo hanya belasan orang tutup muka pake topeng entah dari mana," sambung dia.

Karta bilang, aksi yang terjadi di Jakarta maupun di Jalan AP Pettarani merupakan jawaban dari aksi sebelumnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi