Rektor UGM, Ova Emilia.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ova Emilia, kembali berbicara mengenai polemik foto ijazah Presiden ke-7, Jokowi, yang berkacamata dan menjadi perdebatan publik.
Prof. Ova menegaskan bahwa pada masa tersebut tidak ada larangan terkait penggunaan kacamata dalam foto ijazah, kecuali kacamata hitam.
"Kami tegaskan bahwa di masa itu yang dilarang adalah foto diri dengan kacamata hitam,” ujar Ova dalam keterangan resmi yang beredar dikutip pada Sabtu (29/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa ketentuan tersebut sesuai dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh Pembantu Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat pada 3 November 1984 lalu.
Lebih jauh, Ova menyebutkan bahwa UGM memiliki arsip lain yang juga memperlihatkan penggunaan foto diri dengan kacamata pada ijazah lulusan di periode yang sama.
"UGM juga memiliki arsip ijazah lainnya yang menunjukkan foto diri berkacamata,” terangnya.
Prof. Ova bilang, pernyataan ini bukan untuk berpihak pada siapapun, melainkan sebagai upaya menyampaikan fakta berdasarkan dokumen resmi kampus.
“Pernyataan ini untuk menyampaikan kebenaran sebagai tanggung jawab UGM dan tidak untuk membela satu pihak pun secara tidak proporsional,” kuncinya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, atau yang akrab disapa Uki, curiga terkait manuver Roy Cs yang terus menggulirkan isu dugaan ijazah palsu Presiden ke-7, Jokowi.
Uki mencurigai adanya pihak tertentu yang menjadi penggerak utama di balik berlarut-larutnya isu tersebut.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































