Jakarta -
Fixed mindset atau pola pikir statis adalah sebuah pola berpikir yang menyakini bahwa kemampuan, kecerdasan, dan bakat seseorang bersifat tetap dan tidak bisa berkembang.
Dalam ranah finansial, seorang dengan pola pikir statis percaya bahwa kemampuan mereka adalah keberuntungan semata, bukan dari hasil kerja keras.
Hal ini membuat orang yang memiliki pola pikir stasis cenderung enggan berkembang sehingga memberikan dampak yang kurang baik bagi keuangannya.
Bagi kalian yang mungkin merasa saat ini dalam kondisi terjebak fixed mindset, berikut beberapa dampaknya yang kurang baik untuk keuangan:
1. Terjebak dalam Plafon Penghasilan
Seseorang yang terjebak dalam fixed mindset cenderung merasa dirinya tidak memiliki kapasitas untuk mendapatkan penghasilan lebih.
Pemikiran ini memberikan dampak kesulitan untuk mendapat gaji lebih dari yang seharusnya didapatkan karena jarang menegosiasikan gaji, takut meminta kenaikan jabatan, atau enggan mencoba side hustle.
2. Alergi terhadap Risiko
Risiko merupakan sesuatu yang pasti ada dalam pengelolaan keuangan seperti investasi. Namun, orang dengan fixed mindset cenderung menghindari risiko ini.
Karena takut gagal dan merasa kegagalan adalah bukti ketidakmampuan, kalian cenderung menyimpan uang hanya di bawah kasur atau tabungan biasa yang tergerus inflasi.
Kalian lantas melewatkan peluang pertumbuhan aset melalui instrumen yang lebih dinamis.
3. Menghindari Belajar Pengelolaan Keuangan
Orang dengan pemikiran ini juga enggan belajar lebih dalam mengenai pengelolaan keuangan.
Saat melihat tabel investasi atau laporan arus kas yang rumit, orang dengan fixed mindset akan langsung menyerah dan menganggap bisa mengelola keuangan adalah sebuah bakat.
Padahal, mengelola keuangan pribadi lebih banyak tentang disiplin dan kebiasaan daripada rumus kalkulus yang rumit.
(dia)
Loading ...

5 hours ago
2












































