CNN Indonesia
Senin, 25 Mei 2026 12:00 WIB
Ilustrasi. Beberapa barang ini wajib dibawa oleh jemaah haji saat akan wukuf di Arafah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina menjadi puncak sekaligus fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji. Pada fase ini, jutaan jemaah melakukan pergerakan dari satu titik ke titik lain dalam kondisi padat dan cuaca yang kerap terik.
Karena mobilitas yang tinggi dan menguras tenaga, jemaah haji disarankan membawa barang seperlunya saja. Barang bawaan yang terlalu berat justru bisa memicu kelelahan fisik sebelum seluruh rangkaian ibadah selesai dijalankan.
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M dari Kementerian Haji dan Umrah RI, fase Armuzna dimulai pada 25 Mei 2026. Pada hari tersebut, jemaah diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah untuk menjalani puncak ibadah haji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum berangkat, jemaah perlu menyiapkan perlengkapan penting yang akan digunakan selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Barang bawaan sebaiknya dibuat sesederhana mungkin agar memudahkan mobilitas selama perjalanan.
Setiap jemaah telah dibekali satu tas Armuzna berbentuk ransel. Melalui informasi yang dibagikan Kemenhaj di media sosial, tas tersebut dapat diisi perlengkapan penting seperti bekal konsumsi, payung, botol semprotan air, hingga kebutuhan pribadi lainnya.
Melansir Detik, jemaah juga diimbau tidak membawa koper kecil tambahan saat menuju Armuzna. Selain tas ransel, jemaah dapat membawa tas selempang kecil untuk menyimpan dokumen dan barang yang mudah dijangkau.
Berikut daftar barang yang disarankan dibawa selama fase Armuzna:
Isi tas selempang kecil
Tas selempang digunakan untuk menyimpan barang penting yang perlu diakses dengan cepat, seperti:
• Handphone
• Dompet
• Kartu identitas
• Botol semprotan air
• Tisu
• Masker
• Obat pribadi secukupnya
Sementara itu, tas ransel Armuzna dapat digunakan untuk membawa perlengkapan utama dalam jumlah terbatas.
Isi tas sansel armuzna
• Baju ganti seperlunya
• Kain ihram cadangan
• Perlengkapan mandi ukuran travel
• Sajadah tipis
• Charger dan powerbank
• Bekal konsumsi ringan secukupnya
• Sandal ringan untuk ke toilet
• Payung kecil atau topi
• Kanebo basah
Tas Armuzna dikhususkan untuk membawa perlengkapan yang diperlukan selama puncak ibadah haji. Karena itu, jemaah diimbau tidak memasukkan oleh-oleh ke dalam tas tersebut untuk dibawa pulang.
Selain membuat tas menjadi lebih berat, barang bawaan yang berlebihan juga berisiko melebihi batas kabin yang ditentukan, yakni maksimal 7 kilogram.
Baca selengkapnya di sini.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1

















































