Selular.ID – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama ADVANCE.AI menggelar Expert Lab dan Professional Gathering bertema keamanan kecerdasan buatan di Jakarta pada 28 April 2026, yang membahas meningkatnya ancaman penipuan berbasis AI dan deepfake terhadap sektor jasa keuangan Indonesia.
Kegiatan ini mempertemukan regulator, pelaku industri keuangan, serta penyedia teknologi untuk merespons eskalasi risiko kejahatan digital yang dinilai semakin kompleks dan sulit dideteksi dengan metode konvensional.
Forum bertajuk “AI, Risk and Regulation: Navigating Deepfake Challenges in Indonesia’s Digital Economy” tersebut turut melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), serta sejumlah pemangku kepentingan industri.
Salah satu fokus utama diskusi adalah bagaimana institusi keuangan dapat memperkuat sistem deteksi, pencegahan, dan respons terhadap ancaman deepfake yang kini mulai menyasar proses identitas digital dan transaksi keuangan.
OJK melalui pernyataan Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perbankan, Indah Iramadhini, menekankan bahwa infrastruktur digital yang mendorong inklusi keuangan kini juga menjadi target utama kejahatan berbasis AI.
Ia menegaskan perlunya penerapan autentikasi berlapis, verifikasi liveness, serta deteksi anomali real-time sebagai standar operasional baru di sektor jasa keuangan.
“Kerangka pengawasan kami terus berkembang untuk menyesuaikan risiko yang muncul, termasuk ancaman deepfake yang semakin canggih,” ujarnya dalam forum tersebut.
Laporan yang dipaparkan dalam diskusi turut merujuk data OJK dan Indonesia Anti Scam Centre (IASC) yang mencatat sekitar 274.000 laporan penipuan keuangan sepanjang akhir 2024 hingga 2025, dengan estimasi kerugian masyarakat lebih dari Rp6 triliun.
Data ini menunjukkan peningkatan signifikan risiko kejahatan digital seiring perluasan layanan keuangan berbasis digital di Indonesia.
Dalam konteks teknis, deepfake yang mencakup audio, video, dan gambar sintetis berbasis AI disebut telah digunakan untuk berbagai skenario penipuan, mulai dari bypass verifikasi Know Your Customer (KYC) hingga manipulasi suara untuk otorisasi transaksi.
Model serangan ini dinilai semakin sulit dideteksi karena memanfaatkan teknologi generatif yang terus berkembang dan mampu meniru identitas dengan tingkat akurasi tinggi.
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menekankan bahwa pendekatan mitigasi risiko perlu disesuaikan dengan tingkat kematangan teknologi masing-masing institusi.
Ia menyebut strategi keamanan tidak bisa bersifat seragam, melainkan harus adaptif terhadap karakter bisnis dan profil risiko penyelenggara jasa keuangan.
“Kolaborasi antara regulator, asosiasi, dan penyedia teknologi menjadi kunci untuk membangun ekosistem yang inovatif sekaligus tangguh terhadap ancaman siber,” ujarnya.
Dari sisi industri teknologi, ADVANCE.AI menyoroti bahwa pola serangan deepfake di Indonesia mengikuti tren yang juga terjadi di kawasan Asia Tenggara.
Entin Rostini, Government Relations Director ADVANCE.AI Indonesia, menyampaikan bahwa pelaku kejahatan digital bergerak cepat dalam mengadopsi teknologi baru.
Ia menekankan bahwa solusi deteksi deepfake sebenarnya sudah tersedia dan matang, namun tantangannya terletak pada implementasi skala besar dan integrasi ke seluruh proses onboarding serta monitoring transaksi.
KORIKA dalam forum tersebut juga memetakan lanskap risiko AI di Indonesia, termasuk kesiapan ekosistem dalam menghadapi serangan berbasis kecerdasan buatan.
Diskusi menyoroti pentingnya penguatan etika pengembangan AI serta kesiapan infrastruktur keamanan siber nasional untuk mengantisipasi eskalasi ancaman di masa mendatang.
Kolaborasi antara AFTECH, ADVANCE.AI, OJK, KORIKA, dan pelaku industri keuangan mencerminkan pendekatan ekosistem dalam menghadapi risiko digital yang semakin kompleks.
Ke depan, sinergi ini diharapkan memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan Indonesia terhadap ancaman berbasis AI, sekaligus menjaga keberlanjutan inovasi layanan digital yang terus berkembang.



















































