Robot canggih yang sering dilihat di film sains fiksi kini sudah bisa dirasakan kehadirannya di Indonesia. Adalah AiMOGA Robotics yang mulai memasarkan robot berbasis embodied intelligence di Indonesia. Hari ini (9/9), perusahaan robotika asal Tiongkok di bawah naungan Chery Group tersebut membuka AiMOGA Experience Store di Agora Mall, Jakarta Pusat.
Informasi yang diterima Gizmologi, perusahaan menawarkan robot anjing Argos dengan harga sekitar Rp50 jutaan dan robot humanoid Mornine di kisaran Rp800 jutaan. Harga tersebut memberikan gambaran mengenai posisi awal robot berbasis embodied intelligence sebagai produk komersial di Indonesia.
Baca juga: Mengenal AiMOGA Mobo, Robot Rumah yang Bisa Memahami Kebiasaan Penghuni
Keduanya tidak hanya dipamerkan. AiMOGA menyediakan opsi pembelian maupun penyewaan, lengkap dengan dukungan operator, teknis, software, dan pemeliharaan. Langkah ini menandai mulai masuknya robot dengan kemampuan AI dan mobilitas fisik ke tahap komersial di pasar Indonesia.
Dua robot yang menjadi andalan di lokasi tersebut adalah Mornine, robot humanoid dengan kemampuan interaksi berbasis AI multimodal, dan Argos, robot berkaki empat (quadruped) yang dirancang untuk mobilitas, pendampingan, dan pemantauan.
AiMOGA Experience Store Bukan Sekadar Tempat Demo Robot
AiMOGA Experience Store di Agora Mall, Jakarta (Foto: Bambang/Gizmologi)AiMOGA merancang Experience Store berbeda dari booth pameran robot yang biasanya hanya menampilkan kemampuan produk dalam sesi demonstrasi. Di lokasi ini, pengunjung dapat melihat dan mencoba teknologi robot secara langsung, sekaligus mendapatkan konsultasi mengenai penggunaannya. AiMOGA juga membuka skema pembelian dan penyewaan robot, sehingga teknologi tersebut ditawarkan untuk kebutuhan penggunaan nyata, bukan semata-mata sebagai atraksi.
Director AiMOGA Indonesia, Yuri Yin, mengatakan Experience Store tersebut ditujukan agar masyarakat dan pelaku industri dapat mengenal teknologi embodied intelligence sekaligus melihat penerapannya dalam berbagai skenario.
“Pembukaan AiMOGA Experience Store pertama di Indonesia menjadi tonggak penting bagi kami di Indonesia. Melalui experience store ini, masyarakat dan pelaku industri dapat mengenal dan mengeksplorasi teknologi Embodied Intelligence secara langsung, sekaligus melihat penerapannya dalam berbagai skenario nyata untuk membantu aktivitas manusia,” ujar Yuri Yin.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa AiMOGA tidak hanya mengejar penjualan perangkat, tetapi juga menyiapkan layanan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan robot di lapangan. Perusahaan menyediakan operator terlatih, layanan pelanggan, dukungan teknis dan software, hingga pemeliharaan produk. Pembeli atau penyewa juga dapat memperoleh panduan pengoperasian dan penanganan kendala.
Mornine Jadi Robot Humanoid Rp800 Jutaan

Salah satu produk yang dipamerkan adalah Mornine, robot humanoid yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia. Mornine menggunakan integrasi AI multimodal, kamera, sensor, dan LiDAR. Kombinasi tersebut mendukung kemampuan robot dalam memahami lingkungan dan melakukan navigasi secara mandiri, menurut AiMOGA.
Untuk penggunaan komersial, Mornine antara lain ditujukan untuk menyambut tamu, memberikan informasi, dan menyampaikan pengetahuan mengenai produk secara konsisten. Dengan harga sekitar Rp800 jutaan, Mornine jelas berada pada kelas produk yang berbeda dari robot konsumen seperti robot vacuum atau perangkat smart home.
Nilai yang ditawarkan bukan hanya hardware, tetapi juga kemampuan interaksi dan mobilitas yang dapat digunakan pada lingkungan bisnis tertentu. Karena itu, penggunaan awalnya lebih masuk akal untuk kebutuhan seperti hospitality, pameran, retail, layanan informasi, atau lingkungan lain yang membutuhkan interaksi berulang dengan pengunjung.
AiMOGA juga menyebut Mornine telah memperoleh sejumlah sertifikasi, termasuk CE-MD, EN 18031, CE-RED, serta FCC. Sertifikasi tersebut mencakup aspek seperti keselamatan mesin, keamanan siber dan perlindungan data, peralatan radio, serta persyaratan komunikasi perangkat.
Namun, sertifikasi tersebut tidak otomatis berarti robot cocok untuk semua skenario penggunaan. Kinerja di lapangan tetap akan bergantung pada lingkungan, kebutuhan operasional, dan bagaimana sistem robot diintegrasikan ke dalam aktivitas pengguna.
Robot Anjing Argos Harga Rp50 Jutaan

Produk kedua adalah Argos, robot berkaki empat yang memiliki karakteristik penggunaan berbeda dari Mornine. Argos mendukung perintah suara dan respons terhadap sentuhan. Robot ini juga dapat mengikuti pengguna secara otomatis, membantu membawa barang, serta digunakan untuk kebutuhan pemantauan.
Dengan harga sekitar Rp50 jutaan, Argos memiliki titik harga yang jauh lebih rendah dibandingkan Mornine, meski keduanya sama-sama mengandalkan kemampuan robotik untuk berinteraksi dengan lingkungan fisik. Bentuk quadruped membuat Argos lebih diarahkan pada mobilitas dan pendampingan. Kemampuan mengikuti pengguna, misalnya, dapat digunakan dalam skenario yang membutuhkan robot bergerak bersama manusia.
Posisinya juga menarik karena robot berkaki empat selama ini banyak diperkenalkan untuk kebutuhan inspeksi, keamanan, riset, maupun eksperimen robotika. AiMOGA justru memasukkan kemampuan tersebut ke dalam produk yang ditawarkan untuk penggunaan sehari-hari.
Dari Robot Demonstrasi ke Model Bisnis
Langkah AiMOGA di Indonesia memperlihatkan perubahan penting dalam perkembangan embodied intelligence: robot mulai diperlakukan sebagai produk yang membutuhkan model bisnis dan layanan pendukung, bukan hanya perangkat yang dipamerkan.
Hal ini terlihat dari pilihan yang diberikan AiMOGA. Konsumen tidak hanya dapat membeli robot, tetapi juga menyewanya. Perusahaan turut menyediakan operator, dukungan teknis, pembaruan software, dan pemeliharaan. Model tersebut cukup relevan untuk robot yang masih memiliki biaya investasi tinggi.
Dengan harga sekitar Rp800 jutaan untuk Mornine, misalnya, pembelian langsung mungkin lebih masuk akal bagi perusahaan yang memang memiliki kebutuhan penggunaan jangka panjang. Sementara penyewaan dapat menjadi alternatif untuk penggunaan berbasis proyek, acara, pameran, atau kebutuhan tertentu.
Artinya, harga hardware bukan satu-satunya pertimbangan dalam adopsi robot. Biaya operator, pemeliharaan, integrasi software, hingga kemampuan robot menjalankan tugas secara konsisten juga menjadi bagian dari total biaya penggunaan.
AiMOGA Sudah Kirim Lebih dari 2.000 Robot
Menurut AiMOGA, perusahaan saat ini telah mengirimkan lebih dari 2.000 unit robot dan menjangkau lebih dari 60 negara. Teknologinya disebut telah diterapkan dalam lebih dari 100 skenario di berbagai sektor, termasuk otomotif dan layanan medis.
Angka tersebut menunjukkan bahwa strategi AiMOGA tidak hanya berfokus pada robot humanoid untuk penggunaan konsumen. Perusahaan mengembangkan teknologi embodied intelligence untuk berbagai kebutuhan yang membutuhkan kombinasi AI, persepsi lingkungan, navigasi, interaksi, dan kemampuan fisik.
Di Indonesia, Experience Store menjadi titik awal untuk memperkenalkan pendekatan tersebut secara lebih langsung.
Yuri Yin mengatakan pembukaan Experience Store juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan teknologi embodied intelligence kepada masyarakat Indonesia dan memperlihatkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tahap ini, pertanyaan yang lebih menarik bukan lagi apakah robot humanoid dan quadruped bisa berjalan, berbicara, atau melakukan demonstrasi. Tantangannya adalah seberapa konsisten robot tersebut dapat memberikan manfaat dalam pekerjaan nyata dan apakah biaya penggunaannya sebanding dengan nilai yang diberikan.
AiMOGA Experience Store menjadi salah satu tempat untuk menguji pertanyaan tersebut secara lebih dekat. Dengan adanya opsi pembelian dan penyewaan, robot seperti Mornine dan Argos mulai masuk ke tahap yang berbeda: dari teknologi yang menarik untuk ditonton menjadi perangkat yang dapat dipertimbangkan untuk digunakan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














































