Amankah Menggunakan Gel Manicure? Ini Kata Pakar Podiatri

7 hours ago 4

CNN Indonesia

Selasa, 24 Feb 2026 10:45 WIB

Benarkah gel manicure bisa merusak dan membuat kuku rapuh? Simak pendapat ahli podiatri berikut ini. Ilustrasi. Benarkah gel manicure bisa merusak dan membuat kuku rapuh? (Picjumbo/Viktor Hanacek)

Jakarta, CNN Indonesia --

Gel manicure menjadi pilihan banyak pencinta nail art yang ingin tampilan kuku lebih kuat dan tahan lama. Hal ini karena gel manicure tidak mudah terkelupas dan bisa bertahan hingga tiga minggu.

Namun ada kekhawatiran cat kuku berbahan gel ini bisa merusak dan melemahkan kuku. Apakah benar demikian?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi yang belum tahu, cara memakai gel manicure ini sama seperti memoles cat kuku biasa. Namun dibanding cat kuku biasa, gel manicure menggunakan cat berbahan gel yang lebih tebal.

Karena tebal, cat kuku gel ini harus dikeringkan di bawah lampu UV atau LED. Selain tidak mudah terkelupas, warnanya juga lebih pekat.

Kekurangannya, harga gel manicure lebih mahal dan untuk menghapusnya perlu dilakukan oleh nail art profesional agar aman dan tidak merusak kuku.

Benarkah gel manicure bisa merusak kuku?

Pakar podiatri Margaret Dabbs mengatakan, bahayanya terletak pada bagaimana kita memperlakukannya setelah diaplikasikan pada kuku.

Menurutnya, ada beberapa kasus penggunaan gel manicure yang menyebabkan peradangan, infeksi kuku, hingga kerusakan kuku. Area sekitar kuku dan kutikula pun jadi lebih sensitif.

"Ini bisa disebabkan oleh proses pengaplikasian dan penghapusan perawatan gel, kualitas produk yang digunakan, dampak bahan-bahan yang terkandung, dan tentu saja, teknik yang diadopsi oleh terapis," ujar Dabbs, melansir The Independent UK.

Jadi, gel itu sebenarnya tidak merusak kuku. Kerusakan cenderung berasal dari cara pengaplikasian, bahan pembuatan, hingga cara menghapusnya.

Keberhasilan gel manicure sangat bergantung pada tahap persiapannya. Kuku dipoles agar produk menempel dengan baik, lalu dikeringkan di bawah lampu UV atau LED.

Kemudian untuk menghapusnya, harus direndam dalam aseton. Dabbs menjelaskan, kuku jadi lemah karena proses persiapan dan penghapusannya.

"Penggosokan berlebihan, aseton, dan pengikisan, semuanya menghilangkan minyak alami kuku dan merusak lapisan keratin. Hal ini membuat kuku menjadi tipis, kering, dan mudah mengelupas," tutur Dabbs.

Jika siklus ini berulang terus tanpa jeda selama beberapa minggu, kuku bisa makin rapuh dan tidak memiliki kesempatan untuk pulih. Lama kelamaan, kuku bisa terasa menipis, sensitif, dan rapuh.

Bagaimana caranya agar kuku tak mudah rapuh?

Lalu bagaimana caranya agar bisa menggunakan gel manicure tanpa harus merusak kuku? Menurut Dabbs, Anda harus memberikan jeda di antara penggunaan nail art. Jangan sampai Anda menggunakan manikur gel terus-menerus tanpa istirahat.

"Untuk meminimalkan kerusakan, selalu minta gel kuku dilepas secara profesional, beri kuku Anda istirahat secara teratur, dan rawatlah setiap hari," kata Dabbs.

Jeda tersebut tak perlu berlangsung hingga sebulan. Jeda satu atau dua minggu di antara sesi pemasangan nail art cukup untuk memulihkan kuku Anda. Pada periode jeda ini, rawatlah kuku dengan maksimal.

Adapun Dabbs memberikan sejumlah solusi agar kuku Anda bisa tetap tampak cantik dengan manikur gel tetapi sambil menghindari kerusakan yang disebabkannya.

Pertama, stop gunakan kikir kuku logam dan beralihlah ke kikir kuku kaca berkualitas baik. Adapun kikir kuku kristal dapat mendorong pertumbuhan kuku yang sehat dan memastikan kuku tidak pecah atau patah.

Kedua, jaga hidrasi kuku dan kutikula. Penting untuk membuat kuku dan kutikula tetap terhidrasi.

Salah satu caranya, aplikasikan minyak pada kutikula agar kuku dan kulit tetap terhidrasi. Ini untuk menjaga kuku tetap sehat dan mendorong pertumbuhan kuku yang kuat nantinya.

Ketiga, gunakan lapisan dasar ketika menggunakan cat kuku. "Sebaiknya Anda mengganti lapisan dasar kuku biasa dengan lapisan dasar yang juga membantu meningkatkan pertumbuhan dan kekuatan kuku," kata Dabbs.

Banyak formula perawatan kuku tradisional masih mengandung bahan kimia yang kini ditolak oleh para ahli kesehatan kuku. Salah satunya, trimetilbenzoil difenilfosfin oksida (TPO) yang kini dilarang di Uni Eropa karena masalah keamanan.

Itu dia serba-serbi mengenai gel manicure. Anda tetap bisa menggunakan cat kuku ini, tetapi sebaiknya berikan jeda antara penggunaan nail art selanjutnya, agar kuku bisa pulih.

(rti)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi