Amuk Trump: Abu-abu Nasib Iran di Piala Dunia 2026, di Mana FIFA?

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Nasib tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 jadi abu-abu menyusul perang di kawasan Asia Barat, yang membuat independensi FIFA dipertanyakan.

Gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei jadi petir di siang bolong. Melebar ke urusan sepak bola, terselip kekhawatiran soal keikutsertaan Team Melli, julukan timnas Iran, di pentas dunia.

"Tidak mungkin mengatakan secara pasti, tetapi pasti akan ada respons. Hal ini akan dipelajari para pejabat olahraga di tingkat tinggi negara," kata Presiden federasi sepak bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun yang dapat kami katakan sekarang adalah bahwa karena serangan ini dan kekejamannya, jauh dari harapan kami untuk dapat menatap Piala Dunia dengan penuh optimisme."

Meski ada keraguan FFIRI untuk mengirim tim, sampai saat ini belum ada keputusan resmi. Sejarah mencatat, belum ada kontestan yang mundur dari Piala Dunia karena alasan politik.

Tim-tim yang pernah mundur dalam edisi-edisi sebelumnya selalu mengambil sikap di babak kualifikasi, baik karena persoalan politik atau hal lainnya.

Tentu bakal ada konsekuensi berat bagi Iran jika mundur dari Piala Dunia 2026. Namun, tak menutup kemungkinan pula, FIFA yang mencoret Iran dari daftar dan menggantinya dengan tim lain. 

Berdasarkan regulasi Piala Dunia 2026, FIFA memegang penuh kendali terhadap tim yang di kemudian hari tidak bisa memenuhi tanggung jawab sebagai peserta.

Pada Pasal 6 tentang pengunduran diri, pertandingan yang tak bisa digelar, pertandingan yang batal, dan pergantian, FIFA punya hak, termasuk mengganti tim peserta.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom juga sudah angkat bicara. Namun suara yang disampaikan belum lugas. Ia menegaskan keamanan bakal jadi jaminan bagi peserta.

Sebagai badan sepak bola dunia, FIFA tentunya tidak bisa ambil sikap dengan tergesa-gesa. Pada saat yang sama, keteguhan FIFA dalam 'memisahkan' politik dan sepak bola juga diuji.

[Gambas:Video CNN]

Baca analisis selanjutnya di halaman kedua >>>


Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi