Analisis Pengamat: Perang Israel-Iran Bisa Bikin Rupiah Tertekan dan Harga Minyak Melejit

7 hours ago 1
Roket Iran saat meluncur.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia, menyebut bahwa eskalasi konflik Israel-Iran berpotensi memicu dampak serius bagi Indonesia, baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi.

Ia menyinggung kemungkinan lonjakan harga minyak dunia hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Dikatakan Heru, Amerika Serikat yang disebut sebagai inisiator Board of Peace (BoP) atau dewan perdamaian yang konon melibatkan Prabowo Subianto, justru dinilai berbalik arah.

“Pada akhirnya Amerika sebagai inisiator BoP atau dewan perdamaian yang konon melibatkan Prabowo Subianto. Pada akhirnya memecah sebuah kenyataan pahit perdamaian di Timur Tengah yang dilucuti Amerika sendiri,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Minggu (1/3/2026).

Ia menyebut Amerika bersama Israel telah menyerang Iran, yang kemudian memicu ketegangan geopolitik lebih luas.

“Bersama-sama Israel, kemarin Amerika menyerang Iran,” sebutnya.

Geopolitik Memanas, Risiko Perang Lebih Luas

Heru menilai pecahnya perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika akan memanaskan situasi global, bahkan disebut sebagai awal potensi perang dunia ketiga.

“Pecahnya perang di timur tengah yang melibatkan Amerika, secara geopolitik akan memanas dan ini dikatakan awal pecahnya perang dunia ketiga,” ucapnya.

Ia juga mengkhawatirkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir oleh Iran jika situasi memburuk.

“Kekhawatiran dunia akan memuncak ketika Iran menggunakan senjata nuklirnya sebagai balasan atas penyerangan yang kemungkinan akan diperparah Israel maupun Amerika,” tukasnya.

Namun ia menekankan bahwa opsi nuklir menjadi langkah terakhir jika Iran tak lagi memiliki pilihan lain.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi