Andi Sinulingga
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Beragam kecaman mengalir menyusul kabar yang menyeret nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dalam dugaan penerimaan fee dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Salah satunya datang dari Aktivis Kolaborasi Rakyat Jakarta, Andi Sinulingga.
Seperti diketahui, isu tersebut berkaitan dengan skema percepatan keberangkatan haji yang dikenal dengan istilah T0, yakni calon jemaah haji yang baru mendaftar namun disebut dapat langsung diberangkatkan ke Tanah Suci.
Singgung Praktik Sogok dalam Urusan Ibadah
Menanggapi kabar tersebut, Andi Sinulingga melontarkan kritik tajam. Ia menyoroti kemungkinan adanya praktik sogok menyogok dalam proses yang berkaitan dengan ibadah keagamaan.
“Urusan Ibadah agama pake sogok menyogok juga rupanya,” ujar Sinulingga dikutip fajar.co.id, Jumat (13/3/2026).
Ia merasa prihatin terhadap isu yang tengah berkembang di tengah masyarakat saat ini.
Sentil Komitmen Kebangsaan
Lebih lanjut, Sinulingga juga menyinggung nilai-nilai kebangsaan yang selama ini kerap digaungkan dalam kehidupan bernegara.
Ia menegaskan bahwa semangat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap dijalankan.
Termasuk dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan agama.
“NKRI harga mati, lawan kelompok-kelompok intoleran atas nama agama, salam pancasila,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024 yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp622 miliar.


















































