Apindo Bantah Magang Jadi Cara Pengusaha Bayar Upah Murah

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membantah anggapan bahwa program magang dimanfaatkan perusahaan sebagai cara membayar tenaga kerja dengan upah murah.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengungkapkan skema magang merupakan proses pembelajaran sebelum seseorang masuk ke dunia kerja secara penuh.

"Enggak, sekarang magang proses supaya dia bisa bekerja," ujar Bob di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (14/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, banyak calon tenaga kerja belum memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri saat pertama kali melamar kerja. Namun, setelah menjalani masa magang selama beberapa bulan, kemampuan mereka dinilai meningkat.

"Karena banyak yang kita tes, terutama yang pendidikannya kualitasnya rendah, begitu itu tidak diterima. Nah, begitu dimagangin, tiga bulan, enam bulan, eh dia bisa perform," jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa perusahaan menggunakan skema magang untuk efisiensi biaya tenaga kerja.

"Bukan (magang dilakukan demi tekan biaya)," katanya.

Bob mengakui imbalan peserta magang memang lebih rendah dibanding karyawan tetap. Namun hal itu dinilai wajar karena statusnya masih dalam tahap pembelajaran.

"Cuma kan disalah artikan magang upah murah lah, ya enggak mungkin magang gajinya sama yang udah jadi karyawan. Pasti lebih rendah, tapi begitu sekian bulan dia punya keterampilan, kemampuan, kemampuan yang kita harapkan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Darwoto menegaskan bahwa pemagangan memang bukan skema pengupahan seperti pekerja formal.

"Kadang-kadang kita melaksanakan magang dikira memang itu upah-upah murah dan lain sebagainya, padahal kita tahu bahwa pemagangan itu memang yang ada bukan upah tapi uang saku," ujar Darwoto.

Ia menambahkan pemagangan merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) selain melalui perbaikan sistem pendidikan. Menurutnya, kedua aspek tersebut perlu berjalan beriringan agar tenaga kerja lebih siap masuk ke dunia industri.

Apindo menilai jika dijalankan sesuai tujuan, program magang dapat menjadi jembatan bagi pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan tanpa mengabaikan aspek perlindungan tenaga kerja.

[Gambas:Youtube]

(del/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi