Apple Investasikan Tambahan USD 100 Miliar, Perkuat Rantai Pasok & Manufaktur di AS

3 weeks ago 13

Jakarta, Gizmologi – Apple mengumumkan langkah strategis terbaru dengan menyuntikkan investasi tambahan senilai USD 100 miliar ke Amerika Serikat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperkuat rantai pasok dan infrastruktur manufaktur dalam negeri, yang kini mencapai total USD 600 miliar dalam empat tahun ke depan.

Lewat program bertajuk American Manufacturing Program (AMP), perusaahn yang bermarkas di Cupertino ini ingin memindahkan lebih banyak komponen penting dalam proses produksinya ke wilayah AS. Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan memperluas kolaborasi dengan mitra manufaktu r dalam negeri.

CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bukti komitmen perusahaan terhadap inovasi, kemandirian industri, dan dukungan terhadap kebijakan Presiden AS. “Kami bangga memperluas investasi di seluruh Amerika Serikat, termasuk dengan 10 mitra manufaktur utama yang berperan penting dalam pembuatan produk Apple yang digunakan secara global,” ujar Cook.

Baca Juga: Qualcomm Siapkan Chip Baru? Snapdragon 8 Elite 2 & Gen 5 Jadi Sorotan

Bangun Rantai Pasok Chip Domestik, Gandeng Mitra Strategis

Apple Company 001

Apple secara aktif memperluas kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan teknologi tinggi seperti Corning, Coherent, GlobalFoundries, Broadcom, hingga Samsung. Melalui AMP, Apple tidak hanya membeli komponen, tetapi juga berinvestasi dalam fasilitas produksi baru, termasuk pusat inovasi dan pabrik semikonduktor.

Salah satu proyek besar adalah perluasan fasilitas produksi kaca Corning di Kentucky yang akan menjadi pemasok utama kaca pelindung untuk iPhone dan Apple Watch. Bersamaan dengan itu, mereka dan Corning akan membuka Innovation Center untuk riset lebih lanjut.

Di sektor chip, Apple sedang membangun rantai pasok silikon end-to-end dalam negeri. Tahun 2025 mendatang, lebih dari 19 miliar chip untuk perangkat Apple ditargetkan akan diproduksi di AS. TSMC di Arizona menjadi produsen utama dengan teknologi fabrikasi tercanggih, sementara GlobalWafers America akan menyediakan wafer silikon dari pabrik di Texas.

Mereka juga menggandeng Texas Instruments, Applied Materials, dan Amkor untuk memperluas kapasitas fabrikasi dan advanced packaging chip. Di Austin, Samsung akan menghadirkan teknologi baru dalam proses manufaktur chip—teknologi yang disebut belum pernah digunakan di negara lain sebelumnya.

Namun, ambisi ini tidak lepas dari tantangan. Menurut analis industri, biaya produksi di AS yang lebih tinggi dapat memengaruhi margin keuntungan Apple. Selain itu, tergantungnya ekosistem mereka pada beberapa pemasok utama masih menyisakan potensi risiko rantai pasok yang belum sepenuhnya terdiversifikasi.

Dorong Lapangan Kerja dan Pendidikan, Tapi Efektivitas Masih Perlu Dibuktikan

Apple Company 002

Apple menargetkan untuk merekrut 20.000 tenaga kerja baru dalam empat tahun ke depan, terutama di bidang R&D, rekayasa silikon, perangkat lunak, hingga kecerdasan buatan. Langkah ini sejalan dengan tren peningkatan kapabilitas produksi lokal di sektor teknologi tinggi.

Tak hanya membangun pabrik, Apple juga berinvestasi di sektor pendidikan. Akademi manufaktur baru di Detroit akan mulai beroperasi pada 19 Agustus, menawarkan konsultasi dan pelatihan bagi UMKM yang ingin menerapkan teknologi canggih dan AI dalam lini produksinya.

Sementara itu, Apple juga memperluas kapasitas data center di berbagai negara bagian, termasuk Carolina Utara, Nevada, Iowa, dan Oregon. Fasilitas ini akan menunjang layanan seperti iCloud, Apple Music, hingga Apple Intelligence—platform AI terbaru milik perusahaan.

Di sisi lain, pengamat industri menilai bahwa efektivitas investasi semacam ini perlu waktu untuk diukur. Banyak inisiatif serupa di masa lalu yang tidak sepenuhnya berhasil karena kurangnya kesiapan tenaga kerja lokal atau kendala logistik. Apple perlu memastikan bahwa setiap investasi yang ditanamkan juga diikuti dengan upaya peningkatan kapasitas SDM dan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi pabrik.

Ambisi Apple Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Langkah ini menegaskan niat perusahaan untuk menjadi pemain dominan bukan hanya dalam hal produk, tapi juga dalam rantai produksi. Dengan menjadikan AS sebagai pusat produksi chip, komponen, dan server, mereka juga berupaya mengurangi ketergantungan pada manufaktur di Asia, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang kian meningkat.

Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada konsistensi dukungan dari pemerintah, kesiapan teknologi lokal, dan stabilitas kebijakan industri dalam negeri. Meski arah yang diambil perusahaan memang terlihat menjanjikan, dunia akan menunggu apakah investasi jumbo ini benar-benar bisa membentuk ekosistem industri teknologi yang mandiri dan berkelanjutan di tanah kelahirannya sendiri.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi