Jakarta -
Air mata Aurel Hermansyah sempat pecah ketika membaca komentar kejam yang ditujukan kepada putri sulungnya di media sosial.
Di balik kehidupan glamor yang sering terlihat di layar, Aurel ternyata pernah merasakan luka sebagai seorang ibu saat anaknya dihina oleh warganet.
Peristiwa itu terjadi ketika putrinya, Ameena Hanna Nur Atta, menjadi sasaran komentar kasar di internet. Hinaan tersebut membuat Aurel tidak kuasa menahan tangis.
"Aku tuh tipikal orang yang paling nggak bisa kalau anak tuh diganggu. Kalau kemarin pas anak aku dikatain anak down syndrome lah, idiot, itu aku nangis," ungkap Aurel dalam sebuah podcast.
Sebagai ibu, Aurel merasa komentar tersebut sangat menyakitkan. Ia mengaku paling tidak tahan jika ada orang yang menyerang anaknya, apalagi dengan kata-kata yang merendahkan.
Di sisi lain, suaminya Atta Halilintar berusaha menenangkan Aurel agar tidak terlalu larut dalam emosi. Namun Atta menegaskan bahwa ia tetap memiliki batas kesabaran jika ada pihak yang menghina keluarganya secara berlebihan.
"Nah dia pas nangis itu, aku bilang, kita tuh bintang. Baik-baik aja. Tapi di sisi lain, kalau kelewatan, dicari orangnya," kata Atta.
Pengalaman tersebut membuat Aurel semakin berhati-hati dalam membesarkan anak-anaknya di tengah dunia digital. Ia menyadari bahwa sorotan publik terhadap keluarganya membuat anak-anaknya rentan menjadi bahan komentar netizen.
Selain persoalan bullying di media sosial, Aurel juga menyimpan kekhawatiran lain sebagai ibu dari dua anak perempuan. Ia mengaku cukup cemas melihat pergaulan remaja masa kini yang menurutnya semakin bebas.
Bahkan, Aurel mengaku tidak masalah jika suatu hari nanti anak-anaknya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah daripada terlalu aktif di luar.
"Melihat pergaulan sekarang tuh wah. Makanya aku selalu bilang, Ya Allah, kalau bisa anakku di rumah aja, jadi kutu buku nggak apa-apa deh. Temannya main di rumah aja," ujarnya.
Dalam obrolan tersebut, Aurel juga sempat bercanda membayangkan jika suatu hari anaknya tiba-tiba bepergian jauh tanpa pengawasan orang tua.
"Apalagi nanti ditanya 'Ameena di mana?', 'Aku di Dubai, Mah', hahaha langsung pengen disamperin! Di mana? Di Bali, di Paris, aduh ngeri ya!" katanya sambil tertawa.
Sementara itu, Atta Halilintar menilai pola asuh anak zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan masa kecilnya dulu bersama keluarga Gen Halilintar. Menurutnya, generasi anak saat ini lebih kritis dan lebih peka terhadap isu kesehatan mental.
"Beda banget. Karena anak-anaknya juga mungkin nggak kayak anak dulu yang bisa dikerasin. Sekarang tuh anak lebih kritis, ada mental health-nya juga," jelas Atta.
Aurel pun mengakui bahwa orang tua zaman sekarang tidak bisa lagi mendidik anak dengan cara yang terlalu keras. Ia menilai tekanan berlebihan justru bisa berdampak pada kondisi psikologis anak.
"Kalau zaman dulu mah ya udah, lu kalau disuruh apa harus ada reason-nya. Kalau zaman sekarang, mungkin kalau anak kita mau yang tega banget, takut. Maksudnya kadang sosial media ada, bisa aja upload 'ih orang tuaku kok tega'," pungkas Aurel.
(ikh/ikh)
Loading ...

3 hours ago
1

















































