Bakti BCA Berdayakan 15 MUA Tuli Lewat Pelatihan dan BCA Expo

4 hours ago 2

Selular.ID – Bakti BCA memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program MUA Tuli Bakti BCA, yang memberikan pelatihan tata rias, tata rambut, dan nail art kepada Teman Tuli.

Program tersebut turut membuka ruang bagi para peserta untuk mempraktikkan keterampilan sekaligus menawarkan jasanya kepada masyarakat melalui booth Nail Art by MUA Tuli Bakti BCA di BCA Expo Jabodetabek 2026, ICE BSD, Tangerang, pada 11–13 September 2026.

Salah satu peserta program, Nagita, telah mengikuti pembinaan sejak 2024. Dari pelatihan tersebut, ia mempelajari teknik tata rias dan nail art dari dasar hingga mampu menjalankan pekerjaan sebagai penata rias profesional.

Kehadiran Nagita bersama peserta lainnya di BCA Expo 2026 menjadi bagian dari upaya Bakti BCA memperluas akses terhadap pengalaman kerja dan ruang pemasaran bagi penyandang disabilitas.

Program MUA Tuli Bakti BCA digagas Bakti BCA bersama Yayasan Perempuan Tangguh Mandiri Indonesia (PTI). Materi pelatihan tidak hanya mencakup keterampilan kecantikan, tetapi juga manajemen keuangan, pengelolaan media sosial, praktik kerja, hingga ujian sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

BCA menyebut pendekatan tersebut diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan pemberdayaan dilakukan dengan memberikan kesempatan dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan peserta.

“BCA percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan berkarya ketika mendapatkan kesempatan serta dukungan yang tepat,” kata Hera dalam keterangan BCA terkait kegiatan tersebut.

Dari Pelatihan hingga Pengalaman Berjualan

Perjalanan Nagita dalam program MUA Tuli Bakti BCA dimulai dari ketertarikannya terhadap dunia tata rias. Dalam proses pelatihan, ia menghadapi sejumlah tantangan ketika mempelajari teknik seperti membentuk alis dan mengerjakan nail art.

“Sejak lama saya sudah menyukai tata rias. Ketika mengikuti program dari Bakti BCA saya sempat mengalami kesulitan dalam beberapa hal, seperti riasan alis yang kurang rapi atau nail art yang berantakan. Namun, saya terus berlatih dengan bantuan para guru yang mengajari sampai saya benar-benar paham dan saya bisa menjadi juru rias profesional,” ujar Nagita.

Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan. Di BCA Expo Jabodetabek 2026, Nagita bersama MUA Tuli lainnya melayani pengunjung melalui booth nail art yang menjadi bagian dari showcase UMKM dan komunitas binaan Bakti BCA.

Berdasarkan keterangan BCA, booth tersebut mencatatkan pendapatan sekitar Rp13 juta selama tiga hari penyelenggaraan BCA Expo Jabodetabek 2026.

Pendapatan tersebut berasal dari layanan yang diberikan selama acara dan menjadi bagian dari pengalaman peserta dalam mengembangkan keterampilan menjadi aktivitas ekonomi.

BCA sebelumnya menyebut BCA Expo 2026 Jabodetabek sebagai salah satu rangkaian expo offline yang digelar di tujuh kota.

Pada edisi Jabodetabek, yang berlangsung 11–13 September 2026, BCA juga menyediakan ruang bagi UMKM binaan Bakti BCA untuk memperkenalkan produk dan layanan kepada pengunjung.

Selain layanan nail art oleh MUA Tuli Bakti BCA, area UMKM tersebut menghadirkan produk Wastra Warna Alam dan pelaku usaha BCA Bangga Lokal.

BCA menyebut kehadiran UMKM binaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas BCA Expo Jabodetabek.

Membekali Keterampilan dan Sertifikasi

Program MUA Tuli Bakti BCA tidak berhenti pada pelatihan teknis kecantikan. Peserta mengikuti tahapan seleksi, pembekalan, praktik tata rias, tata rambut, dan nail art. Mereka juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan dan media sosial.

Aspek pengelolaan keuangan menjadi bagian penting karena keterampilan tata rias dapat dikembangkan menjadi jasa mandiri.

Sementara kemampuan mengelola media sosial memberikan bekal untuk memperkenalkan layanan, membangun portofolio, serta berkomunikasi dengan calon pelanggan melalui kanal digital.

Program tersebut juga memasukkan ujian sertifikasi BNSP. Sertifikasi profesi merupakan proses pengakuan kompetensi berdasarkan standar yang ditetapkan lembaga sertifikasi terkait.

Dalam konteks program ini, tahapan tersebut menjadi bagian dari pembekalan peserta sebelum masuk ke aktivitas profesional.

Hingga program kelulusan yang digelar pada Desember 2025, sebanyak 15 MUA Tuli telah dibina, termasuk Nagita.

Setelah menyelesaikan pembinaan, para peserta memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam sejumlah kegiatan yang melibatkan BCA, termasuk BCA Expo Jabodetabek 2026.

Kehadiran mereka di BCA Expo juga mempertemukan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dengan kebutuhan pasar secara langsung.

Peserta tidak hanya menampilkan hasil pembelajaran, tetapi menjalankan layanan di hadapan konsumen dalam sebuah acara yang dihadiri masyarakat umum.

BCA Expo Menjadi Ruang Akses Pasar

BCA Expo 2026 secara keseluruhan digelar dalam format offline di tujuh kota, yakni Surabaya, Malang, Semarang, Jabodetabek, Medan, Bandung, dan Denpasar. BCA juga menggelar BCA Expo secara online melalui platform expo.bca.co.id pada 21 Agustus hingga 31 Oktober 2026.

Khusus di Jabodetabek, BCA Expo menghadirkan berbagai ekosistem bisnis dan layanan, mulai dari properti, otomotif, solusi finansial, hingga UMKM binaan.

BCA menyebut edisi tersebut melibatkan 24 grup pengembang properti dan 28 merek mobil, selain berbagai mitra dan pelaku usaha.

Bagi program pemberdayaan seperti MUA Tuli Bakti BCA, ruang pamer sekaligus transaksi memberikan fungsi berbeda dari pelatihan di dalam kelas.

Peserta dapat menguji keterampilan dalam situasi nyata, berkomunikasi dengan pelanggan, dan memperoleh pengalaman menjalankan layanan secara langsung.

Nagita mengatakan dirinya senang dapat berpartisipasi dalam BCA Expo 2026 dan mengapresiasi dukungan yang diberikan BCA kepada Teman Tuli.

Hera F. Haryn menambahkan, kehadiran MUA Tuli di BCA Expo 2026 menunjukkan bagaimana program pemberdayaan berkelanjutan dapat membuka ruang bagi Teman Tuli untuk memperlihatkan kemampuan dan karya mereka kepada masyarakat.

“BCA percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan berkarya ketika mendapatkan kesempatan serta dukungan yang tepat. Kehadiran MUA Tuli di BCA Expo 2026 menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menciptakan ruang yang lebih inklusif sekaligus memberikan kesempatan bagi Teman Tuli untuk menunjukkan kemampuan dan karyanya kepada masyarakat,” ujar Hera.

Bakti BCA menyatakan akan melanjutkan pengembangan ekosistem pemberdayaan inklusif tersebut agar semakin banyak Teman Tuli dan penyandang disabilitas lainnya memperoleh akses untuk mengembangkan keterampilan dan membangun kemandirian ekonomi.

BCA sendiri menempatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu bagian dari aktivitas sosial perusahaan.

Dalam penyelenggaraan BCA Expo 2026, keberadaan UMKM binaan Bakti BCA menjadi salah satu bentuk pemberian ruang kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka secara langsung kepada masyarakat.

Baca Juga: Cara Mengubah Tulisan di WhatsApp Jadi Aesthetic, Pakai Fitur Bawaan hingga Website

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi