Benarkah Cabut Uban Bisa Bikin Tumbuh Lebih Banyak? Ini Faktanya

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Senin, 18 Mei 2026 09:45 WIB

Sering kali muncul keinginan untuk mencabut rambut yang beruban. Namun ada kekhawatiran hal tersebut justru membuat uban makin banyak. Benar demikian? Ilustrasi. Sering kali muncul keinginan untuk mencabut rambut yang beruban. Namun ada kekhawatiran hal tersebut justru membuat uban makin banyak. Benar demikian? (Pixabay/LisaRedfern)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kita sering mendengar peringatan "jangan cabut uban, nanti tambah banyak" dari orang sekitar. Kalimat ini seakan sudah seperti aturan tidak tertulis di masyarakat.

Sekilas mungkin terkesan masuk akal, tetapi secara ilmiah, benarkah mencabut satu uban bisa membuat uban lain bermunculan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Setiap rambut tumbuh dari satu folikel, seperti kantong kecil di kulit kepala tempat rambut berasal. Satu folikel hanya menghasilkan satu helai rambut. Jadi, mencabut satu uban tidak akan memengaruhi folikel di sekitarnya.

Melansir dari American Academy of Dermatology, dijelaskan bahwa uban muncul ketika folikel rambut berhenti memproduksi melanin, pigmen yang memberi warna pada rambut. Proses ini terjadi secara alami seiring bertambahnya usia atau faktor genetik.

Hal serupa juga ditegaskan dalam ulasan ilmiah di Journal of Investigative Dermatology, yang menyebut bahwa proses beruban berkaitan dengan perubahan biologis pada folikel rambut bukan karena rambut di sekitarnya dicabut.


Kalau dicabut, apakah bisa kembali hitam?

Sayangnya, tidak. Jika uban dicabut, rambut yang tumbuh kembali dari folikel yang sama kemungkinan besar tetap berwarna putih atau abu-abu. Ini karena sumber perubahan warna ada di dalam folikel itu sendiri, bukan pada batang rambut.

Mencabut uban tidak mengembalikan pigmen yang sudah hilang. Meski tidak membuat uban bertambah, perlu diketahui bahwa kebiasaan mencabut rambut tetap punya risiko.

Tarikan berulang pada rambut bisa menyebabkan kerusakan pada folikel. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu iritasi, peradangan, hingga traction alopecia, kerontokan rambut akibat tarikan yang terus-menerus.

Jurnal dari JAMA Dermatology menjelaskan bahwa traction alopecia terjadi karena tekanan atau tarikan berulang pada rambut dalam waktu lama. Jika berlangsung terus-menerus, kerusakan pada folikel bisa menjadi permanen.

Kalau menemukan uban, mencabut satu-dua helai sesekali mungkin tidak langsung menimbulkan masalah. Namun, jika dilakukan terus-menerus, apalagi jadi kebiasaan, risikonya justru lebih besar dibanding manfaatnya.

Alternatif yang lebih aman biasanya adalah memotong atau mewarnai rambut, jika memang ingin menyamarkan uban.

Uban adalah bagian alami dari proses tubuh, daripada khawatir bertambah banyak karena dicabut, yang lebih penting justru menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala secara keseluruhan.

(anm/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi