CNN Indonesia
Kamis, 19 Mar 2026 11:25 WIB
Ilustrasi. Cara mengetahui ketupat yang dimasak sudah matang atau belum. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menjelang momen Lebaran, penting untuk memahami cara mengetahui ketupat sudah matang atau belum. Dengan begitu, hidangan hari raya yang kamu siapkan dapat tersaji dengan lebih maksimal.
Meski terlihat sederhana, proses merebus ketupat sebenarnya membutuhkan perhatian khusus agar hasilnya tidak terlalu lembek atau justru masih keras di bagian dalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketupat sendiri menjadi hidangan wajib ketika Lebaran. Alih-alih beli jadi, banyak orang memilih masak ketupatnya sendiri menjelang hari Lebaran tiba.
Selain bisa menyesuaikan tekstur, rasa, serta kebersihan ketupat untuk disantap, membuat ketupat sering dilakukan bersama-sama anggota keluarga yang menjadikan momen itu spesial.
Namun, bagi yang belum biasa membuat ketupat tentu akan bingung bagaimana memastikan kematangannya.
Cara mengetahui ketupat sudah matang atau belum
Simak cara mengetahui ketupat yang dimasak sudah matang atau belum.
1. Perhatikan waktu perebusan ketupat
Salah satu cara paling umum untuk memastikan ketupat matang adalah dengan memperhatikan lama waktu perebusannya. Ketupat biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 jam untuk benar-benar matang sempurna.
Waktu ini diperlukan agar beras di dalam anyaman daun kelapa dapat mengembang secara merata. Jika direbus terlalu sebentar, bagian tengah ketupat masih terasa keras saat dipotong.
Selain itu, pastikan air rebusan selalu menutupi seluruh ketupat selama proses memasak. Air yang berkurang dapat membuat ketupat matang tidak merata.
2. Tekan permukaan ketupat
Cara berikutnya, kamu bisa menekan bagian permukaannya. Ketupat yang matang biasanya terasa padat tetapi tetap sedikit empuk ketika ditekan.
Jika ketupat masih terasa sangat keras, kemungkinan beras di dalamnya belum mengembang sempurna. Sebaliknya, jika terlalu lembek, bisa jadi ketupat terlalu lama direbus.
Tekstur yang ideal adalah padat dan stabil sehingga ketika dipotong bentuknya tetap rapi dan tidak mudah hancur.
3. Perhatikan bentuk dan kepadatan ketupat
Ketupat yang matang biasanya memiliki bentuk yang lebih penuh dan padat. Anyaman daun kelapa akan terlihat terisi rapat oleh nasi yang telah mengembang.
Kamu juga bisa melihat bagian sela-sela anyaman. Jika ketupat terlihat menggembung merata, itu menandakan beras di dalamnya sudah mengembang dengan baik.
Sebaliknya, jika masih ada bagian yang terasa kosong atau kempis, kemungkinan ketupat belum matang sepenuhnya.
4. Perhatikan perubahan warna anyaman
Selain tekstur dan bentuknya, cara mengetahui ketupat sudah matang atau belum juga bisa dilihat dari warna anyaman daun kelapa. Anyaman ketupat yang matang biasanya berubah warna menjadi kuning kecokelatan.
Sementara saat ketupat masih mentah, warna anyamannya cenderung hijau segar. Perubahan warna ini terjadi karena daun kelapa mengalami pemanasan selama proses perebusan.
Jika setelah lama direbus warna tersebut belum berubah, kemungkinan ketupat belum matang sepenuhnya.
5. Tidak ada air yang menetes saat dipotong
Ciri lain yang bisa digunakan untuk mengetahui kematangan ketupat adalah dengan melihat kandungan air di dalamnya. Ketupat yang matang tidak akan mengeluarkan air berlebih ketika dipotong.
Jika saat dipotong masih terlihat air yang menetes, itu menandakan nasi di dalam ketupat belum sepenuhnya matang. Kondisi ini biasanya terjadi ketika waktu perebusan masih kurang. Kamu bisa merebus ketupat kembali hingga benar-benar matang.
Ketupat yang matang sempurna memiliki tekstur nasi yang padat dan menyatu. Dengan begitu, potongan ketupat tetap rapi dan tidak terasa lembek saat disajikan.
Itulah sejumlah cara mengetahui ketupat sudah matang atau belum yang bisa kamu aplikasikan. Semoga bermanfaat, ya.
(han/fef)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
4

















































