CNN Indonesia
Senin, 23 Mar 2026 20:15 WIB
Kue lapis sultan, harganya benar-benar untuk sultan. (Tangkapan layar instagram @abgkju)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah kue lapis premium dari Sarawak, Malaysia, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan tanpa alasan, harga satu loyang kue ini setara dengan gaji bulanan sebagian orang.
Kue bernama Kek Lapis Sultan itu dijual seharga RM1.800 atau sekitar Rp7,4 juta untuk ukuran loyang 5 kilogram. Harga ini sekitar enam kali lipat lebih mahal dibandingkan kue lapis pada umumnya.
Di balik harga fantastis tersebut, ada sosok pembuatnya, Adhar Brahim (38), pemilik Abg K'ju Cake House. Kepada media, ia mengungkapkan bahwa butuh hampir satu tahun untuk menyempurnakan resep dan kombinasi rasa kue tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adhar, harga tinggi itu bukan sekadar gimmick. Ia menegaskan bahwa setiap detail, mulai dari bahan hingga proses pembuatan, berada di level premium.
"Dari bahan, teknik, hingga waktu persiapan, semuanya berada di tingkat premium. Setiap lapisan dibuat dengan sangat hati-hati agar tekstur dan rasanya seimbang," ujarnya.
Proses pembuatan kue ini pun tidak sederhana. Satu loyang membutuhkan waktu lebih dari delapan jam untuk selesai. Setiap lapisan harus dipanggang satu per satu dengan pengaturan suhu dan waktu yang presisi demi menghasilkan tekstur yang konsisten.
Bagi Adhar, kreasinya ini bukan sekadar makanan penutup.
Ilustrasi. Kue lapis. (Istockphoto/AnnaPustynnikova)
"Kue ini lebih dari sekadar kue; ini adalah karya seni," katanya, melansir VN Express.
Untuk menjaga eksklusivitas, produksi Kek Lapis Sultan dibatasi hanya 200 loyang. Meski begitu, tersedia juga ukuran lebih kecil dengan harga yang lebih terjangkau.
Setengah loyang dijual sekitar RM910 (Rp3,7 juta), ukuran loaf RM310 (Rp1,2 juta), setengah loaf RM160 (Rp650 ribu), hingga potongan kecil seharga RM9,5 (sekitar Rp38 ribu).
Popularitas kue ini melejit setelah video proses pembuatannya diunggah ke media sosial dan menuai ribuan komentar. Banyak warganet mempertanyakan harga yang dianggap terlalu tinggi.
"Ada yang bilang harga kue ini lebih tinggi dari gaji insinyur," tulis seorang pengguna.
Komentar lain bahkan menyebut, "Bahkan Sultan Brunei pun mungkin akan berpikir dua kali."
Meski menuai kritik dan candaan, Adhar mengaku tidak ambil pusing. Ia menilai, pelanggan setianya tetap memahami nilai di balik produk yang ia tawarkan.
"Memang ada yang bercanda saya ingin cepat kaya. Tapi pelanggan tetap saya tidak keberatan membayar," ujarnya.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
3

















































