Jakarta -
Clara Shinta menyambangi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA) pada Kamis (16/4). Kedatangannya bertujuan untuk mengklarifikasi aduan yang dilayangkan oleh mantan suami pertamanya, Denny Goestaf, terkait hak asuh dan akses pertemuan dengan anak mereka.
Pada kesempatan itu, Clara Shinta mengungkapkan kepada pihak Komnas PA bahwa mantan suaminya tidak pernah memberikan nafkah sepeser pun untuk anak mereka sejak lahir hingga sekarang.
Clara Shinta menuntut komitmen Denny untuk menjalankan tanggung jawab finansialnya sebagai seorang ayah.
"Saya meminta kepada mantan suami saya untuk bertanggung jawab atas nafkah yang pokok saja, seperti uang sekolahnya," kata Clara dalam sesi jumpa pers, Kamis (16/4).
Clara menjelaskan, salah satu kesepakatan dalam putusan cerai, Denny Goestaf wajib memberikan nafkah Rp5 juta per bulan. Namun, Clara menyebut Denny tidak pernah memenuhi kewajiban tersebut.
"Tapi tetap saja sebenarnya 5 juta sebulan itu enggak cukup meng-cover, karena uang sekolah anak saya saja jauh lebih dari daripada itu per bulannya," lanjutnya.
Clara menegaskan tidak memiliki niat untuk memutus hubungan silaturahmi antara ayah dan anak, namun ia menginginkan adanya tanggung jawab dari mantan suaminya agar sang anak juga memiliki role model ayah yang bertanggung jawab.
"Makanya itu yang sangat saya sayangkan, dia menuntut untuk bertemu anak saya, tapi saya berharap untuk dia juga bisa memberikan hak anak saya, gitu saja sih," ungkapnya.
Kedatangan Clara Shinta ke Komnas PA terjadi di tengah proses cerainya dengan Muhammad Alexander Assad, yang kepergok selingkuh. Proses cerai Clara dan Alexander bergulir di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
(KHS/KHS)
Loading ...

4 hours ago
1














































