Feri Amsari
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026), terus memicu reaksi dari berbagai kalangan.
Kali ini, respons datang dari Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, yang menilai peristiwa tersebut mencerminkan situasi serius dalam kehidupan bernegara.
Ia menyinggung berbagai persoalan yang menurutnya terjadi belakangan ini, mulai dari kebijakan pemerintah hingga meningkatnya tekanan terhadap pihak-pihak yang berbeda pandangan.
Kondisi Negara Kurang Sehat
Feri kemudian menyampaikan kondisi negara yang ia anggap sedang kurang sehat dan menghadapi berbagai persoalan serius.
“Negara Tanpa Otak, Tanpa Nurani," ujar Feri dikutip fajar.co.id, Minggu (15/3/2026).
Singgung Program Pemerintah
Ia juga menyinggung sejumlah kebijakan yang dinilai dijalankan tanpa perencanaan yang matang.
“Program genting tanpa rencana direalisasikn," sebutnya.
Dijelaskan Feri, sejumlah program bahkan dinilai tidak berjalan sesuai konsep awal.
“MBG bnyak keracunan dan gagal knsep dijalankan," Feri menuturkan.
Stigma pada Pihak yang Berbeda Pandangan
Tidak lupa, Feri juga blak-blakan bicara terkait fenomena pelabelan terhadap pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda.
“Berbeda cara pandang dianggap antek-antek asing, dkirimkan kepala babi, bangkai tikus," imbuhnya.
Singgung Kriminalisasi dan Kekerasan terhadap Aktivis
Feri turut menyinggung situasi yang ia nilai menunjukkan adanya tekanan terhadap sejumlah pihak.
“Pelawak dikriminalkan dan pejuang kemanusian kau siram air keras," jelasnya.


















































