CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 06:44 WIB
ilustrasi, Ratusan orang meninggal dalam festival air terbesar di dunia, Songkran akibat kecelakaan lalu lintas. (AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Festival Songkran yang dikenal sebagai perayaan perang air terbesar di dunia kembali memakan korban jiwa. Dalam empat hari pertama perayaan tahun ini, sebanyak 154 orang dilaporkan tewas akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh Thailand.
Mengutip laporan Bangkok Post, periode 10 hingga 13 April mencatat total 755 kecelakaan lalu lintas dengan 705 orang mengalami luka-luka. Angka ini menegaskan bahwa di balik kemeriahan festival, risiko di jalan raya masih menjadi ancaman serius.
Wilayah Bangkok mencatat jumlah korban jiwa tertinggi, yakni 12 orang. Kepadatan lalu lintas di ibu kota, ditambah lonjakan wisatawan dan mobilitas warga yang pulang kampung, menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, laporan dari Nation Thailand menyebutkan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah kecepatan tinggi, disusul oleh kebiasaan mengemudi dalam kondisi mabuk. Kombinasi keduanya kerap menjadi faktor fatal selama masa liburan panjang.
Pemerintah setempat pun tak tinggal diam. Otoritas di Bangkok telah diperintahkan untuk memperketat penegakan hukum, terutama di area wisata dan zona bermain air yang menjadi pusat keramaian Songkran.
Upaya menekan angka kecelakaan juga dilakukan melalui pengendalian konsumsi alkohol. Pemerintah memperketat penjualan minuman beralkohol, termasuk larangan total bagi individu di bawah usia 20 tahun. Tak hanya itu, pengawasan diperluas hingga ke pihak-pihak yang terlibat dalam kasus pengemudi di bawah umur, mulai dari penjual, fasilitator, hingga orang tua atau wali.
Ilustrasi. Songkran (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Perayaan Songkran 2026 sendiri resmi dimulai pada Senin, namun lonjakan wisatawan sudah terjadi sejak 10 April. Festival ini secara tradisional berlangsung hampir sepekan dan menjadi magnet bagi turis dari berbagai penjuru dunia.
Meski populer dan menjadi ikon pariwisata Thailand, Songkran telah lama mendapat julukan 'tujuh hari berbahaya'. Istilah ini diperkenalkan pemerintah sekitar satu dekade lalu untuk menggambarkan tingginya angka kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut.
Sebagai perbandingan, pada 2025 lalu, perayaan Songkran menelan korban hingga 253 jiwa. Fakta ini menjadi pengingat bahwa di balik euforia festival, keselamatan di jalan tetap menjadi isu krusial yang belum sepenuhnya teratasi.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1














































