CNN Indonesia
Minggu, 24 Mei 2026 21:15 WIB
Film drama konflik budaya Fjord karya sutradara Cristian Mungiu berhasil meraih Palme d'Or sebagai film terbaik Cannes Film Festival 2026. (dok. Mobra Films/Why Not Productions/Eye Eye Pictures/Snowglobe Film/Aamu Film Company/Filmgate Films via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Film drama konflik budaya Fjord karya sutradara Cristian Mungiu berhasil meraih Palme d'Or sebagai film terbaik Cannes Film Festival 2026. Ini jadi kemenangan Mungiu kedua kalinya meraih Palme d'Or.
Cristian Mungiu kembali mendapatkan penghargaan tersebut 19 tahun setelah kemenangan pertamanya lewat film 4 Months, 3 Weeks and 2 Days.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungiu juga menjadi sineas kesepuluh yang berhasil memenangkan penghargaan bergengsi itu sebanyak dua kali. Namun kali ini ia memberikan respons yang reflektif terhadap kemenangan tersebut.
Fjord mengikuti pasangan konservatif Rumania-Norwegia yang menghadapi pengawasan setelah pindah ke kota asal sang istri yang progresif dan terpencil di Norwegia.
"Semua penghargaan bersifat kontekstual," kata Cristian Mungiu seperti diberitakan Variety pada Sabtu (23/5). "Fakta bahwa Anda memberi saya penghargaan ini, sungguh luar biasa bagi kami dan kami merasa sangat bahagia."
"Tetapi kami perlu menunggu 10, 20 tahun untuk menonton film-film ini lagi, dan mungkin saat itulah kami akan mengerti mana yang benar-benar bagus, dan berhasil melewati ujian waktu," lanjutnya.
Kemenangan ini juga merupakan pencapaian besar bagi distributor Fjord di Amerika Serikat, Neon, yang kini telah memperpanjang rekor kemenangan Palme d'Or mereka menjadi tujuh tahun berturut-turut.
Kemenangan Fjord ini cukup menjadi kejutan. Banyak yang mengira sutradara asal Rusia, Andrey Zvyagintsev, akan meraih kemenangan berkat film neo-noir anti-Putin bertajuk Minotaur.
Sineas Romania, Cristian Mungiu menjadi sineas kesepuluh yang berhasil memenangkan penghargaan bergengsi itu sebanyak dua kali. (AFP/THIBAUD MORITZ)
Namun, pada akhirnya Zvyagintsev harus puas dengan Grand Prix, penghargaan paling bergengsi kedua di Cannes Film Festival 2026. Film itu sekaligus jadi ajang comeback Zvyagintsev setelah sembilan tahun merilis Loveless pada 2017.
Sementara itu, penghargaan untuk Sutradara Terbaik berhasil diraih oleh sutradara asal Polandia, Pawel Pawlikowski, lewat film tentang Jerman pasca-perang bertajuk Fatherland.
Penghargaan Sutradara Terbaik juga diberikan kepada duo sutradara asal Spanyol, Javier Calvo dan Javie Ambrosi lewat film The Black Hall, yang mengisahkan kehidupan dan cinta kaum Queer yang hilang karena fasisme.
Selain penghargaan untuk Sutradara Terbaik, Cannes Film Festival 2026 juga memiliki penghargaan Jury Prize yang diraih oleh sutradara asal Jerman, Valeska Grisebach untuk film The Dreamed Adventure.
Adapun sutradara asal Prancis, Emmanuel Marre, berhasil meraih penghargaan Skenario Terbaik untuk film A Man of His Time. Sementara itu, penghargaan Camera d'Or untuk film fitur debut terbaik di semua kategori festival berhasil diraih oleh Ben'Imana karya sutradara asal Afrika, Marie Clementine.
Kemenangan duo di Cannes Film Festival turut diraih oleh aktris asal Prancis, Virginie Efira dan aktris asal Jepang, Tao Okamoto yang berbagi penghargaan Aktris Terbaik atas penampilan ganda mereka lewat film All of a Sudden.
Sementara itu, aktor muda dari film Coward, Valentin Campagne dan Emmanuel Macchia turut memenangkan penghargaan Aktor Terbaik atas akting mereka tentang tentara yang berubah menjadi sepasang kekasih di Front Barat.
Cannes Film Festival 2026 mengangkat tema film sebagai medium global dan eksploratif. Tema itu pula yang diangkat oleh sederet judul-judul pemenang penghargaan.
Fjord, Minotaur, The Dreamed Adventure, Fatherland, dan All of a Sudden, mengangkat tema perpindahan di layar, atau dibuat oleh para pembuat film yang menjalin hubungan dengan negara-negara baru dan sinema nasional.
(van/end)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
4

















































