Selular.ID – Finnet, anak usaha dari Telkom, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Gedung Bidakara 2, Jakarta Selatan, dalam rangka memperkuat digitalisasi layanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kolaborasi yang diumumkan pada 2 Maret 2026 ini difokuskan pada penguatan sistem pembayaran digital yang terintegrasi, aman, dan inklusif.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi digital layanan publik, khususnya dalam mendukung kemudahan remitansi atau pengiriman dana PMI kepada keluarga di Indonesia.
Melalui integrasi infrastruktur pembayaran digital Finnet ke dalam platform layanan KP2MI, proses transaksi diharapkan menjadi lebih praktis dan efisien.
Penandatanganan PKS dihadiri Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Dr. Muh. Fachri, S.STP., M.Si., serta jajaran pejabat KP2MI.
Dari pihak Finnet, hadir Direktur Utama Rakhmad Tunggal Afifuddin dan Direktur Business & Marketing Aziz Sidqi. Kehadiran pimpinan kedua institusi menegaskan komitmen sinergi lintas kelembagaan dalam memperkuat layanan digital bagi PMI.
Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia.
Ia menyebut kolaborasi dengan Finnet memungkinkan proses remitansi menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.
Langkah tersebut juga selaras dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong inklusi keuangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk pekerja migran.
Sebagai bagian dari ekosistem digital TelkomGroup, Finnet berperan sebagai penyelenggara sistem pembayaran (payment gateway) yang mendukung integrasi layanan keuangan digital di berbagai sektor.
Dalam kerja sama ini, Finnet menyediakan infrastruktur dan solusi pembayaran yang terhubung langsung dengan platform layanan KP2MI.
Integrasi tersebut dirancang untuk memfasilitasi pengelolaan remitansi serta pemanfaatan layanan keuangan lainnya oleh PMI dan keluarganya di daerah asal.
Penguatan sistem pembayaran digital dinilai penting mengingat kontribusi signifikan PMI terhadap perekonomian nasional melalui remitansi.
Dana yang dikirimkan pekerja migran menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga dan berkontribusi pada perputaran ekonomi daerah.
Oleh karena itu, sistem pembayaran yang andal dan aman menjadi faktor krusial untuk memastikan akses layanan keuangan tetap terjaga sepanjang masa penempatan PMI di luar negeri.
Direktur Utama Finnet Rakhmad Tunggal Afifuddin menegaskan bahwa perusahaan terus mengembangkan ekosistem pembayaran yang terintegrasi dan inklusif.
Menurutnya, transformasi digital menjadi kunci dalam memperkuat inklusi keuangan serta mendukung kesejahteraan PMI dan keluarganya.
Ia menyebut kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Finnet dalam memperluas akses layanan keuangan berbasis digital secara berkelanjutan.
Selama ini, Finnet telah mendukung berbagai layanan publik dan BUMN melalui solusi pembayaran digital, termasuk pengelolaan transaksi elektronik dan pengembangan jaringan agen collection.
Optimalisasi kanal digital juga dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan pembayaran, baik melalui aplikasi maupun jaringan mitra di berbagai daerah.

Bagi KP2MI, integrasi sistem pembayaran digital ini diharapkan tidak hanya mempermudah remitansi, tetapi juga mendorong literasi dan inklusi keuangan di kalangan PMI.
Pemanfaatan teknologi pembayaran yang terintegrasi memungkinkan proses transaksi tercatat secara transparan dan terdokumentasi dengan baik, sekaligus mengurangi potensi risiko dalam pengiriman dana lintas negara.
Sinergi antara Finnet dan KP2MI mencerminkan penguatan kolaborasi antara BUMN dan kementerian dalam mendukung transformasi digital layanan publik.
Dengan dukungan infrastruktur pembayaran nasional yang semakin matang, kerja sama ini diharapkan memperluas pemanfaatan ekosistem pembayaran digital serta menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi PMI, keluarga mereka, dan perekonomian Indonesia.
Baca Juga: QRIS Resmi Beroperasi di Jepang, Didukung Finnet dan BI



















































