FPTI Tegaskan Nol Toleransi ke Pelaku Kekerasan dan Pelecehan Atlet

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menegaskan komitmen tidak memberi toleransi soal pelecehan dan kekerasan kepada atlet.

Pernyataan itu disampaikan usai menyeruak kabar dugaan pelecehan seksual di lingkungan Pelatnas Panjat Tebing Indonesia. Yenny memandang tindakan itu sebagai hal yang tak pantas ada di olahraga.

"Saya selaku Ketua Umum PP FPTI telah menerima laporan dugaan pelanggaran etik dan langsung bergerak cepat untuk melindungi para atlet," kata Yenny dalam keterangan tertulis dari Kemenpora, Jumat (27/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Federasi di bawah kepemimpinan saya berkomitmen untuk melindungi semua korban serta menegakkan prinsip zero tolerance terhadap tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik," ia menambahkan.

Yenny mendukung upaya Kemenpora menyusun wadah pengaduan apabila di kemudian hari ada laporan dari atlet yang mengalami tindakan tak terpuji di lingkungan mereka.

"Saya setuju dan mengapresiasi langkah yang diambil Pak Menpora dengan membuat layanan pengaduan untuk atlet yang mendapat pelecehan seksual dan kekerasan fisik. Ini adalah langkah yang tepat untuk memberikan perlindungan terhadap atlet. Karena kita menginginkan iklim olahraga yang aman bagi para atlet dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apapun," ujar Yenny.

Sebelumnya, FPTI menonaktifkan pelatih Hendra Basir buntut dugaan pelecehan seksual. Saat ini pihak federasi masih melakukan investigasi.

Belakangan, Hendra Basir membantah tuduhan itu. Ia menyebut tudingan sebagai pelaku kekerasan dan pelecehan seksual terhadap lima atlet putra dan tiga atlet putri sebagai fitnah.

"Pada intinya, kalau dugaan kekerasan dan pelecehan, saya tidak tahu konteksnya seperti apa, karena sampai detik ini belum ada klarifikasi dari federasi," kata Hendra kepada CNN Indonesia, Rabu (25/2).

"Yang membuat drop ini kan, tindakan pelecehan seksual. Itu yang saya sampai saat ini tidak habis pikir. Tindakan ini di-framing-nya seakan-akan ada ajakan hal-hal aneh atau mesum. Itu fitnah," ia menjelaskan.

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi