Giant Sea Wall Bakal Dibangun Bertahap, Dimulai dari Pantura Jawa

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah merencanakan pembangunan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall dilakukan secara bertahap dengan tahap awal difokuskan di wilayah pantai utara (Pantura) pulau Jawa.

Hingga kini, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum memiliki keputusan final terkait waktu maupun skema pembangunannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan proyek giant sea wall masih dalam tahap pendalaman, khususnya terkait aspek konstruksi dan kesiapan sumber daya.

"Soal giant sea wall, masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi. Gitu aja," ujar Didit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Ia menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan baru, termasuk terkait investasi maupun waktu pasti pembangunan.

"Belum, belum," katanya saat ditanya soal keputusan terbaru.

Kendati demikian, Didit mengungkapkan proyek ini akan dimulai dari wilayah Pantura dan dikerjakan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya yang ada.

"Pantura dulu (prioritas pembangunan)," ujarnya.

Ia juga menyebut waktu pelaksanaan masih dihitung karena berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pemanfaatan sumber daya dalam negeri dan pendekatan ramah lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan pemerintah akan melibatkan para dosen dan pakar dalam pembangunan giant sea wall, termasuk dalam tim teknis yang menangani proyek tersebut.

"Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan giant sea wall itu diminta untuk terlibat," ujar Brian.

Ia menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang sejumlah guru besar yang memiliki keahlian di bidang terkait untuk bergabung dalam proses pengembangan proyek.

"Langsung nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa proyek," katanya.

Keterlibatan akademisi tersebut tidak hanya sebatas kajian, tetapi juga akan masuk langsung dalam struktur tim yang menangani pembangunan tanggul laut raksasa.

"Langsung dilibatkan nantinya masuk ke dalam timnya yang dipimpin oleh Kepala Otorita Tanggul Laut," ujarnya.

Proyek giant sea wall merupakan salah satu program strategis nasional (PSN) yang digagas pemerintah untuk menghadapi ancaman kenaikan muka air laut dan banjir rob di kawasan pesisir, khususnya di Pantura Jawa.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut tanggul laut sepanjang 535 kilometer akan dibangun untuk melindungi puluhan juta penduduk serta kawasan industri yang terkonsentrasi di wilayah tersebut.

Di Jakarta, proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Pemprov DKI Jakarta direncanakan mengerjakan pembangunan sepanjang 19 kilometer, dengan target peletakan batu pertama pada September 2026, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

(del/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi