GoTo Akhirnya Raup Laba Setelah Bertahun-tahun Merugi

3 hours ago 2

Selular.ID – Setelah bertahun-tahun selalu alami kerugian, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO) akhirnya mencatatkan laba.

Laba pertama kali GOTO setelah bertahun-tahun merugi ini mereka catatkan pada kuartal pertama di tahun 2026.

Perseroan mencatatkan laba bersih untuk pertama kali sebesar Rp171 miliar, dibandingkan dengan rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi perusahaan.

“Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” ujarnya dalam keterangan yang Selular terima.

“Perjalanan kami berlanjut seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini.”

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Baca juga:

Hans menambahkan GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver,” ujarnya.

Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, menyebut pencapaian ini mencerminkan operating leverage yang kini tertanam secara struktural dalam bisnis mereka.

“Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis Fintech maupun On-demand Services,” jelasnya.

“Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kami yang mulai membuahkan hasil.”

“Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas yang disesuaikan positif dan neraca keuangan yang kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun,” tandasnya.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi