H+2 Lebaran Masih Keliling Silaturahmi? Ini Tips Dokter agar Tak Sakit

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Senin, 23 Mar 2026 14:40 WIB

Banyak yang jatuh sakit setelah masa liburan Lebaran karena kegiatan silaturahmi berkepanjangan. Simak tips agar tubuh tetap sehat. Ilustrasi. Banyak yang jatuh sakit setelah masa liburan Lebaran karena kegiatan silaturahmi berkepanjangan. (istockphoto/HRAUN)

Jakarta, CNN Indonesia --

Lebaran dua hari terkadang terasa tak cukup. Masih banyak sanak saudara dan keluarga besar lain yang harus dikunjungi, sehingga tak jarang masih ada saja yang bersilaturahmi hingga hari ketiga Lebaran.

Kegiatan momen Lebaran yang panjang ini sering menyebabkan banyak orang jatuh sakit setelah Lebaran usai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini tak lepas dari perubahan pola makan yang tidak terkontrol dengan beragamnya hidangan Lebaran. Selain itu, interaksi sosial yang pada juga membuat daya tahan tubuh menurun.

Bagi yang masih sibuk open house atau keliling silaturahmi ke sanak saudara, ada tips dari dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdi Haruni, agar tubuh tidak cepat tumbang.

"Daya tahan tubuh juga berperan besar. Banyak orang kelelahan karena perjalanan jauh atau aktivitas yang padat selama Lebaran, sehingga tubuh menjadi rentan terhadap penyakit," ujar Andi Khomeini pada Minggu (23/3), mengutip Detikhealth.

Berbagai penyakit yang sering muncul usai Lebaran

Berbagai penyakit yang sering muncul seusai Lebaran, biasanya flu, batuk, hingga gangguan pencernaan. Flu dan batuk biasanya disebabkan oleh tingginya interaksi sosial.

"Kalau yang pertama itu, gangguan kesehatan seperti flu atau batuk biasanya terjadi karena orang berkumpul dalam jumlah besar. Ketika ada satu orang yang sakit, penularannya jadi sangat mudah terjadi ke orang lain," kata Andi Khomeini.

Tak hanya itu, pola makan yang berubah selama Lebaran juga berperan besar terhadap munculnya gangguan kesehatan, terutama pada pencernaan.

"Orang biasanya mencoba banyak menu, icip sana-sini, mampir dari satu rumah ke rumah lain. Sumber makanannya jadi banyak, dan meskipun sebagian besar aman, bisa saja ada satu atau dua makanan yang kebetulan kurang cocok atau kualitasnya menurun," tutur Andi Khomeini.

Adapun pola dan jam tidur yang terganggu selama masa libur Lebaran juga berpotensi menurunkan sistem imunitas, alias kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

"Kurang tidur, terutama jika kurang dari 6 sampai 8 jam bagi orang dewasa, juga dapat menurunkan kapasitas tubuh untuk melawan kuman yang mungkin kita temui saat bertemu orang banyak," tutur Andi Khomeini.

Cara menjaga tubuh agar tetap sehat usai Lebaran

Andi Khomeini menyarankan agar masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat meski dalam suasana liburan, baik dari segi pola makan dan pola tidur.

Sejumlah upaya yang bisa dilakukan, antara lain menjaga waktu istirahat dan memperhatikan asupan makanan.

Andi Khomeini juga menganjurkan kita tetap melakukan aktivitas ringan. Selain itu, jangan lupa untuk mengurangi konsumsi makanan tak sehat, sekalipun hidangan Lebaran tampak menggiurkan.

"Sesekali lakukan peregangan, kurangi makanan tinggi gula atau junk food, perbanyak buah-buahan, dan sebisa mungkin hindari rokok," ujar Andi Khomeini.

Bagi para pengidap penyakit komorbid atau penyerta, misalnya diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi, Andi Khomeini menekankan agar pengobatan rutin tetap dikonsumsi.

"Obat-obatan yang biasa diminum jangan sampai terlewat. Dan bagi orang yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi, tetap perlu memantau kondisi kesehatannya," tutur Andi Khomeini.

(rti)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi