Hampir 40 Juta Ancaman Siber Menyerang Perangkat di Indonesia pada 2025

8 hours ago 1

Selular.ID – Berdasarkan telemetri terbaru Kaspersky untuk tahun 2025 di Indonesia, terdeteksi hampir 40 juta upaya ancaman pada perangkat (on device threats) di dalam negeri, dengan 31,5% pengguna diserang oleh ancaman lokal.

Pada tahun ini, produk Kaspersky mendeteksi 39.718.903 insiden lokal, ini setara dengan lebih dari 108.000 insiden per hari yang berasal dari perangkat yang dapat dilepas (removable device). Data ini juga menempatkan Indonesia di posisi ke-71 secara global.

Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar insiden tersebut.

Data ini menunjukkan seberapa sering pengguna diserang oleh malware yang menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, serta metode “offline” lainnya.

Adapun lima negara dengan tingkat deteksi ancaman lokal tertinggi pada 2025 antara lain Turkmenistan (69%), Tajikistan (58,9%), Afghanistan (55,9%), Uzbekistan (54,4%), dan Yaman (53,2%).

Baca juga:

Country Manager Indonesia Kaspersky, Defi Nofitra, mengatakan bahwa pola kerja jarak jauh memang memberikan kenyamanan, namun juga memperluas potensi risiko keamanan siber bagi individu maupun organisasi.

“Meskipun bekerja jarak jauh itu nyaman dan memiliki banyak manfaat, hal itu juga mengekspos individu dan bisnis pada berbagai risiko keamanan siber. Itulah mengapa penting untuk mempertimbangkan dengan serius keamanan siber di rumah dan pribadi,” kata Defi.

Menurutnya, perangkat seperti laptop dan ponsel pintar yang digunakan di luar jaringan kantor tetap harus mendapatkan perlindungan yang sama seperti perangkat yang berada di balik firewall perusahaan.

“Dengan tenaga kerja yang tersebar dan bekerja jarak jauh, staf perlu lebih waspada terhadap ancaman keamanan siber bahkan di luar lingkungan kantor untuk memastikan mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman selama Ramadan ini,” tegasnya.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi