Yogyakarta, CNN Indonesia --
Kompleks Candi Prambanan yang berada di wilayah perbatasan DIY-Jawa Tengah akan tutup total selama Hari Suci Nyepi pada 19 Maret yang juga H-2 Lebaran.
Penutupan kawasan Candi Hindu tersebut oleh pihak pengelola sebagai wujud penghormatan terhadap kesakralan Catur Brata Penyepian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastinya kami sudah koordinasi bahwa pas pada saat pada saat Hari Nyepi, Candi Prambanan tidak membuka, tidak ada, tertutup untuk para pengunjung, begitu," kata Plt Direktur Utama InJourney Destination Management (IDM), Rabu (18/3).
Penutupan itu meliputi sterilisasi seluruh area kawasan candi. Selain itu, juga dilaksanakan pemadaman listrik total di area kompleks demi menjamin suasana hening yang menjadi inti dari prosesi peribadatan umat Hindu.
Sebelum memasuki hari hening, Candi Prambanan akan terlebih dahulu menjadi pusat penyelenggaraan peribadatan nasional melalui upacara Tawur Agung Kesanga yang dilaksanakan pada Rabu (18/3).
"Kami bekerja sama dengan teman-teman PHDI memang hari ini sudah ada akan ada kegiatan Tawur Agung dan juga Ogoh-Ogoh," kata Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur.
Gistang mengungkapkan momentum Tawur Agung ini akan dihadiri para umat Hindu dari berbagai wilayah. Momen itu sekaligus menjadikan Prambanan sebagai pusat orientasi spiritual sebelum pelaksanaan Nyepi.
Adapun kebijakan penutupan ini adalah bagian dari standar pengelolaan destinasi berbasis warisan budaya tanpa mengesampingkan nilai-nilai lokal.
Kualitas pelayanan, menurut Gistang, turut mencakup penghormatan pada fungsi spiritual situs.
Integrasi antara nilai spiritual dan operasional pariwisata menjadi kunci menciptakan perjalanan penuh makna.
Lewat penutupan sementara ini, harmoni antara aktivitas pariwisata massal dan kesakralan tradisi diklaim tetap terjaga sebagai identitas utama Candi Prambanan sebagai living cultural destination.
Pengelola sendiri memperkirakan pada masa libur Lebaran ini terjadi lonjakan 391 ribu lebih wisatawan baik di Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Ratu Boko dan dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di bawah naungan InJourney. Angka kunjungan itu meningkat 3-5 persen dibanding 2025.
Direktur Operasi IDM, Indung Purwita Jati menambahkan, pihaknya menambah kapasitas lahan parkir di Candi Prambanan mengantisipasi lonjakan pengunjung selama masa libur Lebaran.
Pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian, Forkopimda, termasuk Dinas Perhubungan masing-masing wilayah untuk pelaksanaannya.
"Jadi dari sisi operasional, kami sudah siap menyambut para visitor datang ke area Candi Prambanan. Termasuk tadi untuk penyediaan lapangan parkir sudah kami siapkan, baik existing ataupun juga rekayasa jika ada penambahan lahan parkir," kata Indung.
(chri)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1

















































