Jakarta, CNN Indonesia --
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menilai konflik di Timur Tengah berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global karena mengganggu jalur utama perdagangan minyak dunia. Pemerintah Indonesia pun menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian tersebut.
Hashim mengatakan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"20 persen dari minyak dunia itu lewat Selat Hormuz. Sekarang selama 1 minggu sudah stop hampir 99,9 persen kapal-kapal itu berhenti tidak bisa melalui Selat Hormuz," kata Hashim dalam program Special Interview CNN Indonesia, Jumat (13/3),
Situasi tersebut langsung mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga di kisaran US$102-105 per barel dan berpotensi meningkat lebih tinggi jika konflik berlangsung lama.
"Kalau perang ini dengan Iran, Amerika, Iran, Israel ini berlangsung lebih dari satu bulan, lebih dari dua bulan ini bisa jadi masalah besar. Kalau 100 dolar ke atas ada yang bilang bisa dapat 200 dolar per barel minyak. Ini betul-betul dia jadi negatif sekali ya untuk seluruh dunia bukan hanya Indonesia. Seluruh dunia," ujarnya.
Untuk mengantisipasi gangguan pasokan dari Timur Tengah, pemerintah mulai mengalihkan sebagian sumber impor energi ke negara lain. Salah satunya melalui kerja sama energi dengan Amerika Serikat.
Menurut Hashim, Indonesia tengah menyiapkan skema impor minyak mentah, LNG, dan produk energi dari Amerika Serikat dengan nilai sekitar US$15 miliar.
"Saya kira ini strategi dari pemerintah kita untuk lebih banyak beli dari Amerika, bisa dari Afrika, bisa dari Nigeria, Gabon, supplier dari Afrika yang mungkin jadi pemasok kita. Mungkin Angola juga. So ini harapan kita sumber-sumber minyak dari negara lain, yang selama ini kita beli sekarang kan dari Saudi, Irak, ya dari negara Teluk," kata dia.
Diversifikasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah yang rentan konflik.
Di sisi lain, Hashim menegaskan konflik energi global menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat program swasembada energi yang telah lama dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia mencontohkan pengembangan biodiesel, bioetanol, dan energi nabati sebagai langkah jangka menengah dan panjang untuk mengurangi impor energi.
"Maka sekarang ini adalah saat yang tepat untuk kita percepat ya program-program untuk swasembada energi. Salah satu adalah dari Nabati, dari bioenergi, dari etanol ya," ujarnya.
Program bioenergi dari bahan baku seperti tebu dan pohon aren, menurut Hashim, menjadi salah satu prioritas percepatan dalam transisi energi nasional.
Hashim juga mengingatkan bahwa cadangan energi Indonesia masih relatif terbatas jika terjadi gangguan pasokan global yang berkepanjangan.
Ia menyebut cadangan minyak nasional diperkirakan hanya cukup untuk bertahan sekitar satu hingga tiga minggu tanpa pasokan tambahan.
"Kalau cadangan minyak Indonesia cukup bagus ya. Bisa kita bisa bertahan 1-2 minggu saya dengar ya. Sampai mungkin 3 minggu kita ada cadangan minyak," katanya.
Selain ketahanan energi, Hashim menilai kekuatan Indonesia di sektor sumber daya alam seperti nikel dapat menjadi modal penting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Ia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir Indonesia berhasil menjadi produsen dan pengolah nikel terbesar di dunia berkat investasi besar di sektor hilirisasi.
"Dalam masa 8 tahun, ya 7 tahun singkat sebetulnya Indonesia sekarang jadi penghasil nikel dan produk-produk nikel ya apa yang diolah di Indonesia. Yang terbesar kita, kalau gak salah kita terbesar di dunia kita melebihi Rusia kita melebihi negara-negara lain," ujarnya.
Namun pemerintah tetap perlu menjaga stabilitas harga komoditas tersebut melalui pengaturan produksi agar tidak jatuh terlalu rendah di pasar global.
Selain energi fosil dan hilirisasi mineral, pemerintah juga mendorong pengembangan energi berbasis pengolahan sampah atau waste to energy di sejumlah kota besar.
Hashim menyebut pemerintah telah menetapkan sekitar 30 kota dan kabupaten sebagai lokasi prioritas pengembangan proyek tersebut.
"Sudah diputuskan ada 30 kota dan kabupaten yang akan didukung pemerintah ya. Ini berarti apa? PLN itu nanti akan disubsidi oleh APBN ya. So PLN akan bayar fee yang layak, yang fair kepada investor ya. Tapi nanti PLN supaya PLN tidak rugi, PLN akan nanti dikasih subsidi oleh APBN," katanya.
Menurut Hashim, langkah tersebut tidak hanya memberikan manfaat energi tetapi juga membantu mengatasi persoalan lingkungan dari timbunan sampah perkotaan.
"Ini ada dampak dua hal, satu ekonomis tentu ya. Tapi yang hal kedua adalah untuk lingkungan hidup," pungkasnya.
(lau/dmi)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2
















































