CNN Indonesia
Senin, 27 Apr 2026 20:00 WIB
Ilustrasi. Hidup dengan satu ginjal memang cukup berisiko, tapi bisa dicegah dengan gaya hidup sehat. (istockphoto/blueshot)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hidup dengan satu ginjal memungkinkan seseorang tetap menjalani kehidupan normal. Namun, kondisi ini menuntut sejumlah penyesuaian penting, terutama dalam hal gaya hidup dan kesehatan.
Hidup dengan satu ginjal bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari bawaan lahir, cedera, donor organ, hingga penyakit serius seperti kanker.
Kisah Mohammad Rizal Putra (35), warga Surabaya, menjadi gambaran nyata. Ia harus menjalani pengangkatan ginjal kiri setelah didiagnosis kanker ginjal sarkoma grade 4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah operasi, Rizal mengaku hidupnya tidak berubah sepenuhnya. Meski begitu, ada beberapa perbedaan yang cukup terasa.
"Biasanya energi di 100 persen, sekarang mungkin di 60-70 persen. Untuk gaya hidup berubah drastis, utamanya dalam menjaga pola makan," ujar Rizal dalam video di akun TikTok miliknya, Rabu (22/4), dikutip dari detikHealth.
Melansir Verywell Health, satu ginjal yang sehat umumnya tetap mampu menjalankan fungsi utama, yakni menyaring limbah dan racun dari darah, serta menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan pH tubuh.
Artinya, seseorang tetap dapat hidup normal selama ginjal yang tersisa bekerja dengan baik. Namun, kondisi ini membuat tubuh lebih rentan jika terjadi gangguan pada ginjal tersebut, karena tidak ada cadangan organ lain yang dapat menggantikan fungsinya.
Perubahan paling terasa bagi Rizal terjadi pada pola makan. Jika sebelumnya ia bebas mengonsumsi berbagai jenis makanan, kini ia harus lebih selektif dan mengutamakan makanan alami.
Selain itu, aktivitas fisik juga mengalami penyesuaian. Ia tidak lagi melakukan olahraga dengan intensitas tinggi yang berisiko menyebabkan benturan pada tubuh.
"Sementara ini diganti dengan olahraga yang ringan. Dulu suka banget muay thai atau boxing. Sekarang harus dihindari karena risiko ginjal terluka lebih besar," jelasnya.
Pascaoperasi, Rizal juga masih merasakan nyeri pada area bekas luka. Kondisi ini bahkan memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk posisi duduk dan tidur.
"Atau misalnya duduk yang terlalu telungkup juga nggak bisa, karena itu bakalan nyeri banget," ujarnya.
Ia juga tidak bisa berbaring terlalu lama dalam posisi miring karena rasa tidak nyaman yang muncul.
Risiko hidup dengan satu ginjal
Memiliki satu ginjal meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal. Jika ginjal yang tersisa mengalami gangguan, dampaknya bisa lebih serius karena tubuh tidak memiliki cadangan fungsi.
Gangguan pada ginjal dapat menyebabkan penumpukan racun dan ketidakseimbangan mineral dalam tubuh. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa memicu gejala seperti kelelahan, pusing, gangguan konsentrasi, hingga komplikasi berat seperti kejang atau gangguan jantung.
Selain itu, penyakit ginjal juga dapat memicu anemia, yakni kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang ditandai dengan lemas, pucat, dan mudah lelah.
Mengutip National Kidney Foundation, agar ginjal yang tersisa tetap berfungsi optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
• Menjaga pola makan, termasuk membatasi asupan garam dan zat tertentu yang dapat membebani ginjal.
• Menghindari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen tanpa pengawasan.
• Menghindari rokok dan alkohol karena dapat mempercepat kerusakan ginjal.
• Memilih aktivitas fisik yang aman, terutama menghindari olahraga dengan risiko benturan tinggi.
• Mengontrol tekanan darah karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan ginjal.
• Melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau fungsi ginjal secara berkala.
Dalam kondisi tertentu, jika fungsi ginjal menurun drastis, pasien mungkin memerlukan terapi seperti dialisis, yakni proses penyaringan darah menggunakan mesin.
Hidup dengan satu ginjal bukan berarti seseorang tidak bisa menjalani kehidupan normal. Namun, kondisi ini menuntut kesadaran lebih tinggi terhadap kesehatan.
Menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan diri menjadi kunci agar kualitas hidup tetap terjaga meski hanya memiliki satu ginjal.
Baca beritanya di sini.
(nga/tis)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2

















































