Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Penegasan penting disampaikan langsung oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian terkait situasi negaranya dengan Amerika Serikat (AS) saat ini.
Masoud Pezeshkian menegaskan tidak ada gunanya membicarakan penghentian serangan kecuali ada persyaratan yang bisa dipenuhi.
Ia menyebut ada pengecualian terdapat jaminan bahwa Iran tidak akan menghadapi agresi lebih lanjut di masa depan.
Pernyataan keras ini muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah.
Dikutip dari unggahan di platform X pada Rabu, (18/03/2026), Pezeshkian merujuk pada pembicaraan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai apa yang ia gambarkan sebagai agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Dalam percakapan tersebut, pemimpin Iran itu menekankan posisi negaranya dalam konflik yang tengah berlangsung.
"Saya menekankan bahwa Iran tidak memulai perang yang mengerikan ini. Membela diri dari invasi adalah hak alami, dan kami sangat ahli dalam hal itu," kata Pezeshkian sebagaimana juga dikutip Middle East Monitor.
Keamanan Teritorial yang Absolut
Lebih jauh, Presiden Iran ini menyebut perdamaian harus didasarkan pada keamanan teritorial yang absolut.
Ia menyatakan bahwa niat baik untuk mengakhiri perselisihan tidak akan berarti apa-apa jika ancaman fisik terhadap kedaulatan Iran masih mengintai.
"Berbicara tentang mengakhiri perang adalah hal yang tidak berarti, sampai kita memastikan tidak akan ada lagi serangan di tanah kita di masa depan," tegas Pezeshkian.

















































