CNN Indonesia
Senin, 25 Mei 2026 23:30 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa tanda penis yang menua. (iStockphoto/Diy13)
Jakarta, CNN Indonesia --
Seperti apa pun yang ada di alam, penis juga akan mengalami perubahan sepanjang hidup, tak terkecuali penuaan. Lantas, apa saja tanda-tanda penis yang menua?
Mengutip WebMD, sebagian besar perubahan pada penis dikendalikan oleh kadar testosteron. Pubertas mulai membawa perubahan, kala semua bagian dalam penis mulai mengalami pertumbuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada usia 20-an, kadar testosteron mencapai puncaknya hingga akhirnya mulai mengalami penurunan pada akhir usia 20-an hingga 40-an. Hanya saja, perubahannya tak terlalu signifikan.
Setelah usia 40-an, kadar testosteron total akan mengalami sedikit penurunan. Namun, tubuh bakal memproduksi lebih banyak protein globulin pengikat hormon seks (SHBG). Kondisi ini pada akhirnya akan menurunkan jumlah testosteron yang tersedia. Di sinilah perubahan mulai kentara terjadi.
Tanda penis yang menua
Saat mengalami penuaan, penis bisa mengalami perubahan dari sisi penampilan fisik dan fungsi seksual. Berikut beberapa tanda penis yang menua, merangkum berbagai sumber.
1. Ukuran penis menyusut
Mengutip Healthline, salah satunya adalah penyusutan penis yang dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini merupakan bagian normal dari penuaan.
Penis akan semakin menyusut saat dikombinasikan dengan hilangnya elastisitas kulit di seluruh tubuh. Penis juga akan terlihat kendur dan lebih keriput seiring pertambahan usia.
2. Tak bisa mempertahankan ereksi
Seiring pertambahan usia, fungsi seksual akan berubah, utamanya terkait frekuensi dan kemampuan mempertahankan ereksi.
Kemampuan mempertahankan ereksi akan menurun. Namun, kondisi ini lebih umum terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia).
3. Kurang sensitif
Penis juga cenderung kurang sensitif seiring bertambahnya usia. Artinya, seorang pria membutuhkan lebih banyak waktu dan rangsangan untuk bisa ereksi.
4. Rambut kemaluan beruban
Rambut di area kemaluan akan ikut berubah warna. Mengutip WebMD, sama seperti rambut di kepala, sel-sel pigmen dalam folikel rambut di kemaluan menghasilkan zat kimia melanin yang memberi warna pada rambut.
Seiring bertambahnya usia, sel-sel pigmen akan mati dan produksi melanin melambat. Akibatnya, rambut di area kemaluan pun akan mulai berubah.
5. Penis melengkung
Setiap kali penis mengalami cedera, baik karena seks yang kasar atau kecelakaan, jaringan parut akan terbentuk. Pada usia 50-an, jaringan parut akan semakin menumpuk dan membuat penis sedikit bengkok saat ereksi.
Kondisi di atas dikenal dengan istilah Peyronie. Kondisi ini sering membuat hubungan seks jadi tidak nyaman.
Perawatan tertentu, mulai dari suntikan hingga operasi, dapat mengurangi kelengkungan dan membuat hubungan seks kembali nyaman.
6. Warna penis berubah
Endapan lemak dapat menumpuk di dalam dinding pembuluh darah seiring bertambah usia. Kondisi ini dapat membatasi jumlah aliran darah.
Darah itulah yang memberi warna merah muda pada ujung penis.
Saat aliran darah melambat, kepala penis bisa berubah warna menjadi lebih terang. Namun, jika perubahan warna penis disertai dengan adanya benjolan dan luka, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
7. Area kemaluan jadi 'botak'
Ketebalan rambut di area kemaluan bervariasi pada masing-masing orang. Rambut di sekitar penis bisa semakin menipis seiring pertambahan usia.
Sebenarnya, kondisi ini tak terlalu harus diatasi. Namun, untuk memberikan kenyamanan, metode transplantasi rambut bisa jadi pilihan jika Anda sensitif terhadap kebotakan di area kemaluan.
Perhatikan tanda-tanda penis yang menua di atas. Tetap jalankan pola hidup sehat agar penis tetap sehat dan fungsi seksual masih terjaga.
(asr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1

















































