CNN Indonesia
Selasa, 24 Mar 2026 12:54 WIB
Ilustrasi. Dietisien Yesi Herawati membagikan tips memanaskan kembali masakan bersantan sisa Lebaran agar tetap aman dan sehat dikonsumsi. (cegoh/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak yang percaya memanaskan kembali masakan bersantan bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan. Namun dengan cara yang tepat, makanan bersantan sisa Lebaran kemarin masih bisa dipanaskan ulang dan disantap. Bagaimana caranya?
Dietisien Yesi Herawati dari Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung memberikan tips memanaskan kembali makanan bersantan agar tetap aman dikonsumsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yesi mengatakan, makanan bersantan seperti opor ayam atau rendang daging sapi masih bisa dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran. Dengan catatan, makanan tipe ini disimpan dengan baik dan dipanaskan kembali dengan cara tepat.
"Pastikan suhu panas terdistribusi merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan hanya di permukaan," kata Yesi pada Selasa (24/3), melansir Antara.
Suhu harus sangat diperhatikan ketika makanan dipanaskan kembali. Yesi menyarankan, suhu bagian dalam mencapai minimal 70 derajat Celsius selama dua menit, 75 derajat Celsius selama 30 detik, atau 80 derajat Celsius selama 6 detik.
Bagi sisa hidangan Lebaran yang bersantan dan berkuah, bisa direbus lagi hingga mendidih jika hendak disajikan kembali.
Lalu bagaimana sisa masakan tanpa kuah? Jenis makanan ini bisa dihangatkan kembali dengan cara ditumis atau dikukus. Cara lain, dipanaskan menggunakan oven, microwave, hingga air fryer.
Namun ada satu catatan penting dari Yesi, yakni jangan terlalu sering memanaskan masakan secara berulang.
Selain merusak tekstur, memanaskan masakan secara berulang bisa memengaruhi kandungan gizi dan rasa masakan. Ini bisa memunculkan risiko bagi kesehatan.
"Makanan bersantan bila dihangatkan berkali-kali akan menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya terhadap kesehatan," ucap Yesi.
Yesi juga mengingatkan, masakan yang suhu dan durasi pemanasannya tidak tepat, bisa menyebabkan keracunan makanan.
"Bakteri dapat berkembang cepat pada suhu antara 4 sampai 60 derajat Celsius," Yesi menambahkan.
Adapun masakan yang mengandung sayuran berwarna hijau, sebaiknya tidak dipanaskan secara berulang pula karena bisa memicu risiko kesehatan.
Sayuran hijau, kata Yesi, mengandung nitrat. Bila dipanaskan berulang kali, kandungan ini akan menghasilkan zat karsinogenik yang dapat memicu kanker.
Sisa makanan yang akan dikonsumsi pada lain waktu sebaiknya dibagi dalam porsi kecil. Kemudian, simpan makanan ini di dalam wadah tertutup rapat di dalam kulkas, agar tidak cepat basi.
Menurut Yesi, sisa makanan yang sudah dimasukkan ke dalam wadah tertutup bisa disimpan di dalam chiller selama tiga sampai empat hari. Jika dimasukkan di dalam freezer, bisa bertahan 3-4 bulan.
Dengan catatan, makanan bisa kehilangan kelembapan dan berubah rasa jika terlalu lama disimpan di dalam kulkas.
(rti)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2

















































