Insiden Tabrakan di Bekasi, Benarkah Mobil Listrik Rawan Mogok Saat Melintasi Rel Kereta Api?

6 hours ago 1

Selular.ID – Kecelakaan lalu lintas yang melibatan dua kereta api kembali terjadi di Indonesia.

Kejadian ini berlangsung pada Senin malam (27/4) sekitar pukul 20.50 di stasiun Bekasi Timur.

Sebelum kejadian, taksi listrik Green SM mogok di tengah perlintasan dan tidak bisa bergerak meskipun penjaga perlintasan sudah berusaha memberi peringatan.

Tak lama berselang, kereta dari arah Cikarang kemudian menabrak taksi yang sudah ditinggalkan sopirnya, dan taksi terseret sejauh 50 meter.

Akibatnya, kereta tersebut terhenti dan kemudian ditabrak dari belakang oleh Kereta Argo Bromo yang tengah dalam perjalanan dari stasiun Gambir menuju Pasar Turi, Surabaya.

Insiden tabrakan kereta yang melibatkan taksi Green SM, tak ayal memunculan persepsi benarkah mobil listrik rawan melintasi rel kereta api?

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Pertanyaan yang terbilang wajar mengingat adanya medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh rel kereta api.

Apalagi saat ini populasi mobil listrik di Indonesia terus meningkat, seiring  tingginya harga BBM yang membuat mobil konvensional tak lagi banyak dilirik seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk diketahui, rel kereta api menghasilkan medan elektromagnetik karena arus listrik yang mengalir melalui rel saat kereta beroperasi.

Medan ini berasal dari sistem kelistrikan kereta api yang digunakan untuk menggerakkan lokomotif dan sinyal kereta yang ada di sepanjang jalur.

Biasanya, medan elektromagnetik ini berhubungan dengan sistem kelistrikan yang bekerja pada tegangan tinggi.

Namun pada umumnya, medan ini terbatas pada area yang sangat dekat dengan rel dan tidak terlalu kuat pada jarak yang lebih jauh.

Secara umum, medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh rel kereta api tidak cukup kuat untuk menimbulkan masalah bagi kendaraan listrik saat melintasi jalur tersebut.

Selama kendaraan dalam kondisi baik dan sistem kelistrikan mobil terlindungi dengan baik, medan elektromagnetik tidak akan mempengaruhi sistem penggerak, baterai, atau komponen penting lainnya.

Hal ini juga berlaku untuk mobil listrik yang melintas di dekat jalur kereta atau lokasi dengan sumber medan elektromagnetik lainnya.

Di sisi lain, produsen kendaraan listrik juga terus meningkatkan teknologi untuk memastikan keamanan mobil yang dihasilkannya.

Kendaraan listrik, termasuk sistem penggerak dan baterai, sudah dirancang dengan perlindungan terhadap gangguan elektromagnetik.

Hal ini karena teknologi kendaraan listrik memerlukan penggunaan berbagai perangkat elektronik sensitif yang harus tetap berfungsi secara optimal meskipun berada di lingkungan dengan medan elektromagnetik.

Oleh karena itu, produsen mobil listrik memastikan bahwa sistem kelistrikan pada mobil mereka terlindung dengan baik dari gangguan eksternal, termasuk medan elektromagnetik yang ada di sekitar rel kereta api.

Dengan penjelasan di atas, persepsi mobil listrik rawan mogok saat melintas rel kereta api adalah tidak benar.

Faktanya, kebanyakan kecelakaan KA yang menemper mobil atau kendaraan lainnya di persimpangan sebidang, lebih banyak disebabkan oleh kelalaian pengemudi mobil itu sendiri.

Harus dipahami, saat melintasi perlintasan kereta api, pengemudi wajib hati-hati, karena peristiwa kecelakaan sudah sering terjadi.

Belajar dari kasus taksi Green SM yang mogok, kembali kita diingatkan bahwa saat ingin melintasi rel kereta api, kemudian ada terdengar sirine tanda akan ada kereta lewat, jangan coba-coba menerobos rel.

Lebih baik berhenti di titik sebelum rel. Mengapa? Karena kereta walau dari jarak 100 meter sekalipun, dapat membuat mobil anda berhenti mendadak saat mobil berada di atas rel.

Ketika sirine berbunyi atau palang sudah turun, artinya rel kereta di hadapan Anda itu sudah dialiri listrik bertegangan sangat tinggi yang berarti sudah menjadi super konduktor.

Kalau ada mobil di atasnya otomatis kontak yang mengakibatkan seluruh kelistrikan di mobil tersebut akan mendadak mati dan tidak bisa dihidupkan sampai kontak dengan super konduktor hilang. Tidak hanya mobil atau truk, motor pun bisa mati seketika.

Maka, berhati hatilah saat melintas rel kereta api. Lihatlah sebelum melintas di atas rel, apakah jalannya bebas atau masih ada antrian mobil.

Tunggu sampai antrian di depan berakhir di mana mobil Anda bisa langsung melintas.

Jangan juga terlalu pelan saat melintas, demi berjaga-jaga kalau ada sirine berbunyi, di mana anda akan sudah meninggalkan titik rel.

Jika sebelum menginjak rel, namun sirine tiba-tiba sudah berbunyi, sebaiknya Anda langsung berhenti. Jangan malah tancap gas, walau di depan Anda terlihat lowong.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Bekasi, Teknologi Persinyalaan di Sistem Perkeretaapian Jadi Sorotan

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi