Integrasikan Pembiayaan Syariah dan Layanan Digital, BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR

5 hours ago 5

Selular.ID – Bank Syariah Indonesia atau BSI menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah sebesar Rp1,65 triliun kepada lebih dari 11 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada awal 2026.

Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya BSI dalam memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong inklusi keuangan berbasis prinsip syariah di Indonesia.

Dalam keterangan resminya, BSI menyampaikan bahwa penyaluran KUR syariah tersebut difokuskan pada sektor produktif yang memiliki potensi pertumbuhan, termasuk perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan.

Skema pembiayaan ini menggunakan prinsip syariah, yang berarti tidak menerapkan bunga, melainkan menggunakan akad sesuai ketentuan syariah seperti murabahah (jual beli) atau ijarah (sewa).

BSI menegaskan bahwa akselerasi penyaluran KUR di awal tahun dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Dengan dukungan pembiayaan yang lebih cepat, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.

Penyaluran KUR syariah oleh BSI juga didukung oleh integrasi layanan digital yang mempermudah proses pengajuan hingga pencairan pembiayaan.

Digitalisasi ini menjadi bagian dari transformasi layanan perbankan syariah, di mana proses yang sebelumnya memerlukan waktu lebih panjang kini dapat dilakukan secara lebih efisien dan transparan.

Selain itu, BSI terus mengembangkan ekosistem digital untuk mendukung pelaku UMKM tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari aspek transaksi dan pengelolaan keuangan.

Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperluas akses terhadap layanan perbankan bagi segmen usaha kecil.

Dalam konteks industri, penyaluran KUR syariah menjadi salah satu instrumen penting yang didorong pemerintah untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

Perbankan, termasuk BSI, berperan sebagai mitra strategis dalam menyalurkan pembiayaan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian serta kualitas aset.

Seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan di sektor produktif, BSI juga memperkuat manajemen risiko melalui pemantauan kualitas pembiayaan dan pendampingan nasabah.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pembiayaan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

BSI melihat bahwa potensi UMKM di Indonesia masih sangat besar, terutama dengan dukungan digitalisasi yang semakin luas.

Integrasi antara pembiayaan syariah dan layanan digital menjadi kunci dalam memperluas jangkauan serta meningkatkan efisiensi operasional, baik bagi bank maupun nasabah.

Langkah percepatan penyaluran KUR syariah di awal 2026 ini mencerminkan strategi BSI dalam memperkuat peran sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus mendukung agenda inklusi keuangan nasional.

Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata melalui pemberdayaan sektor UMKM.

Baca Juga: BSI Dukung ASN Buka Rekening Gaji Usai Jadi Bank Korpri

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi