CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 15:30 WIB
Ilustrasi. Mencantumkan informasi diri pada label nama yang ditempelkan di koper dianggap sebagai pilihan yang berisiko. (JamesDeMers/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kebanyakan pelancong sering menandai koper mereka dengan tempelan nama agar tidak hilang atau tertukar. Tapi, sekarang kamu perlu lebih hati-hati dengan kebiasaan itu, bisa-bisa malah kamu yang jadi ditandai orang yang berniat jahat.
Tak sedikit pelancong yang kehilangan koper saat di bandara, entah karena tertukar atau bahkan tertinggal. Oleh karena itu, biasanya pelancong menulis identitas kepemilikan seperti nama, nomor telepon, hingga alamat di sebuah kertas dan menempelkannya di gagang koper.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tempelan nama ini fungsi awalnya adalah sebagai penanda koper. Jadi ketika koper hilang, petugas bandara atau pelancong lain yang menemukan bisa menghubungi pemilik melalui informasi yang tertera di tempelan kertas tersebut.
Tapi, melansir Mirror, upaya seperti ini justru bisa membahayakan diri sendiri. Seperti yang diunggah oleh seorang pengguna di TikTok bernama Sammy. Ia menyadari potensi bahaya itu dan membagikan solusi lain, agar pelancong bisa tetap menandai koper tapi tidak membocorkan identitas pribadi.
"Cara ini tidak aman untuk kamu karena banyak alasan. Kamu menulis nama lengkap, nomor telepon, bahkan semua informasi tentang diri kamu di sana," kata Sammy.
Ia menyoroti, koper dengan tempelan nama mungkin akan memudahkan koper itu kembali ke tangan pemiliknya. Tapi di lain sisi, hal itu juga bisa dengan mudah membuka celah bagi orang lain untuk mencuri informasi pribadi.
"Siapapun yang melihatnya tidak hanya dapat mengambil fotonya, tetapi juga bisa men-stalking kamu secara online dan memperoleh semua informasimu," lanjutnya.
Sammy menilai, cara seperti ini sangat berbahaya. Oleh karena itu, sebagai gantinya ia mengusulkan cara lain, yaitu membuat penanda yang 'tertutup'.
Pelancong bisa menulis nama dan informasi pribadi menggunakan buku kecil yang bisa ditutup menggunakan popper (kancing klik) atau velcro. Buku kecil itu kemudian bisa digantungkan di gagang koper.
Cara seperti ini lebih aman karena informasi pribadi tidak terekspos. Pelancong lain juga tidak akan asal mengintip atau bahkan mengambil foto informasi pribadi pemilik koper.
Selain Sammy yang menyarankan ide, di kolom komentar juga banyak pengguna lain yang ikut menambahkan saran. Salah satunya adalah dengan melipat kertas jadi lebih tertutup, dan menulis informasi pribadi di bagian dalam.
"Saya menulis nomor penerbangan saya di bagian depan dan menulis 'lihat bagian belakang untuk detail pribadi' dengan alamat saya," terang seorang pengguna.
Ada juga yang mengusulkan agar pelancong hanya mencantumkan nama samaran dan alamat email dummy (selain email utama) di tempelan nama sebagai penanda koper.
"Saya memiliki nama palsu dan email spam saya. Jadi saya bisa mencantumkan email itu dan memeriksanya apabila saya kehilangan koper," tulis pengguna lain.
Jika hanya mencantumkan email spam, nama pengguna di email tersebut sebaiknya tidak menggunakan nama asli. Akan tetapi, sebenarnya cara ini kurang disarankan.
Pasalnya, jika koper hilang, kamu akan sulit melakukan verifikasi kepemilikan koper. Berhubung nama yang tertera tidak sesuai dengan kartu identitas, kamu justru akan sulit mengklaim bahwa itu adalah koper milikmu yang hilang.
(ana/asr)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
3














































