Selular.ID – RAM besar pada smartphone belum tentu membuat ponsel lebih kencang.
Angka 8 GB, 12 GB, bahkan lebih besar memang terlihat menggiurkan, tetapi performa smartphone tidak hanya ditentukan kapasitas Random Access Memory (RAM).
Chipset yang menjadi pusat pemrosesan perangkat justru memiliki peran sangat besar dalam menentukan kemampuan sebuah ponsel.
Hal ini penting diperhatikan ketika konsumen membeli smartphone baru.
Baca juga:
- Peta Smartphone Lipat 2026 Alami Pergeseran Tren Desain dan Teknologi
- Kelangkaan Chip Memori Global Dongkrak Harga Smartphone Hingga 2028
Tidak sedikit ponsel menawarkan RAM berkapasitas besar sebagai salah satu daya tarik utama, sementara chipset yang digunakan berada di kelas yang lebih rendah.
Akibatnya, konsumen bisa menganggap smartphone dengan RAM 12 GB otomatis lebih kencang dibandingkan perangkat dengan RAM 8 GB.
Padahal, apabila smartphone RAM 8 GB menggunakan chipset jauh lebih bertenaga, performanya dalam sejumlah aktivitas justru berpotensi lebih tinggi.
Chipset Jadi “Otak” Smartphone
Chipset atau System-on-Chip (SoC) dapat diibaratkan sebagai pusat pemrosesan smartphone. Komponen inilah yang menangani berbagai proses ketika perangkat digunakan.
Dalam sebuah SoC terdapat sejumlah komponen dengan tugas berbeda, termasuk CPU untuk menjalankan instruksi dan proses utama serta GPU yang menangani pemrosesan grafis.
Smartphone modern juga dapat memiliki NPU untuk mendukung pemrosesan berbasis kecerdasan buatan atau AI, ditambah komponen lain yang menangani konektivitas dan pengolahan data.
Itulah mengapa kemampuan chipset berpengaruh terhadap banyak aspek smartphone, mulai dari membuka dan menjalankan aplikasi, bermain game, memproses foto dan video hingga menjalankan sejumlah fitur berbasis AI.
Namun, konsumen juga jangan hanya tergoda angka clock speed yang tinggi.
Secara umum, clock speed lebih tinggi memang dapat menawarkan kemampuan pemrosesan lebih besar.
Tetapi angka GHz bukan satu-satunya indikator performa karena arsitektur CPU, efisiensi, teknologi fabrikasi hingga rancangan keseluruhan chipset ikut menentukan.
Hal serupa berlaku pada jumlah core. Sebagian besar smartphone modern sudah menggunakan CPU octa-core, sehingga jumlah inti prosesor saja tidak cukup untuk menentukan chipset mana yang lebih kencang.
Lalu, Buat Apa RAM Besar?
Jika chipset berfungsi sebagai pusat pemrosesan, RAM memiliki pekerjaan berbeda.
RAM dapat disebut sebagai ruang kerja sementara bagi smartphone. Data yang sedang dibutuhkan aplikasi dapat ditempatkan di RAM sehingga bisa diakses dengan cepat ketika diperlukan.
Manfaat RAM besar terutama terasa saat pengguna melakukan multitasking.
Bayangkan pengguna membuka WhatsApp, Instagram, browser dengan banyak tab, aplikasi belanja, editor foto dan aplikasi pekerjaan secara bergantian.
Semakin besar kapasitas RAM yang tersedia, semakin banyak aplikasi yang berpotensi dipertahankan dalam kondisi siap digunakan.
Sebaliknya, ketika RAM terlalu kecil, sistem dapat lebih sering menutup aplikasi yang berjalan di latar belakang.
Saat pengguna kembali membuka aplikasi tersebut, smartphone kemungkinan harus melakukan reload.
Kondisi serupa dapat terjadi saat bermain game berat. Game membutuhkan RAM untuk menampung berbagai data yang diperlukan selama permainan berlangsung.
Namun sekali lagi, RAM besar tidak dapat menyulap chipset kelas bawah menjadi chipset flagship.
Smartphone dengan RAM 12 GB tetapi chipset dengan kemampuan terbatas tetap akan dibatasi oleh kemampuan CPU dan GPU ketika menjalankan pekerjaan berat.
RAM 12 GB Belum Tentu Kalahkan RAM 8 GB
Inilah yang perlu menjadi perhatian konsumen.
Ketika membandingkan dua smartphone, jangan langsung menyimpulkan perangkat dengan RAM lebih besar sebagai pemenangnya.
Misalnya, smartphone A memiliki RAM 12 GB sedangkan smartphone B hanya 8 GB.
Tanpa mengetahui chipset, jenis RAM, penyimpanan dan optimalisasi perangkat, belum dapat disimpulkan smartphone A lebih kencang.
Sebaliknya, jika dua smartphone menggunakan chipset identik tetapi smartphone pertama mempunyai RAM 12 GB dan lainnya 8 GB, tambahan RAM bisa memberikan keuntungan, terutama bagi pengguna yang sering melakukan multitasking berat.
Selain kapasitas, generasi RAM juga perlu diperhatikan.
Smartphone saat ini menggunakan teknologi Low Power Double Data Rate atau LPDDR. Beberapa generasi yang banyak ditemui antara lain LPDDR4, LPDDR4X dan LPDDR5, disusul generasi yang lebih baru pada perangkat modern.
Generasi RAM lebih baru secara umum membawa peningkatan kecepatan dan efisiensi.
Meski demikian, konsumen tetap perlu membedakan antara kapasitas RAM dan kecepatan RAM karena keduanya bukan hal yang sama.
Gamer Sebaiknya Pilih Chipset atau RAM?
Untuk pengguna yang menjadikan smartphone sebagai perangkat gaming, chipset sebaiknya menjadi salah satu prioritas utama.
Game berat membutuhkan kemampuan CPU sekaligus GPU yang memadai. RAM besar memang dibutuhkan, tetapi tidak mampu menggantikan keterbatasan CPU dan GPU.
Karena itu, gamer sebaiknya tidak membeli smartphone hanya karena embel-embel RAM jumbo.
Selain chipset dan RAM, perhatikan pula sistem pendinginan, kecepatan penyimpanan internal dan kemampuan baterai.
Kombinasi tersebut akan lebih menentukan pengalaman bermain dibandingkan sekadar mengejar satu angka spesifikasi.
Terlebih ketika game dimainkan dalam waktu lama, kemampuan smartphone menjaga performa dan temperatur juga menjadi faktor penting.
Multitasking, RAM Lebih Besar Bisa Jadi Pilihan
Situasinya sedikit berbeda bagi pengguna yang lebih banyak melakukan multitasking.
Mereka yang sering membuka banyak aplikasi, berpindah antara aplikasi pekerjaan dan media sosial, atau membiarkan banyak tab browser terbuka dapat memperoleh manfaat dari RAM berkapasitas lebih besar.
Sementara untuk penggunaan sehari-hari seperti chatting, browsing, email, streaming dan aplikasi produktivitas ringan, pengguna tidak selalu membutuhkan chipset kelas flagship.
Chipset kelas menengah yang kompeten dipadukan dengan RAM memadai sudah dapat memberikan pengalaman penggunaan yang nyaman.
Pengguna yang gemar fotografi dan videografi juga sebaiknya tidak mengabaikan chipset. SoC memiliki peran dalam pemrosesan gambar dan video serta berbagai kemampuan kamera yang tersedia pada perangkat.
Jangan Beli HP Hanya karena Angka RAM
Pada akhirnya, kesalahan terbesar ketika memilih smartphone adalah terpaku pada satu angka spesifikasi.
RAM 12 GB tidak otomatis lebih baik daripada RAM 8 GB dalam setiap kondisi. Begitu pula smartphone dengan angka clock speed prosesor lebih tinggi belum tentu selalu menawarkan pengalaman lebih baik.
Performa sebuah smartphone merupakan hasil kerja banyak komponen.
Chipset, RAM, penyimpanan internal, sistem operasi, sistem pendinginan, baterai hingga optimalisasi software dapat berpengaruh terhadap pengalaman pengguna.
Karena itu, prioritas dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Gamer sebaiknya mengutamakan chipset kuat dengan RAM mencukupi.
Pengguna yang sering multitasking dapat mencari RAM lebih besar tetapi tetap menggunakan chipset kompeten.
Sementara pengguna harian dapat mencari kombinasi chipset kelas menengah yang efisien dan RAM memadai.
Untuk fotografi dan videografi, kemampuan chipset perlu dipertimbangkan bersama kualitas perangkat keras kamera dan pemrosesan gambarnya.
Bagi konsumen dengan anggaran terbatas, pilihan paling rasional bukan mengejar kapasitas RAM terbesar atau chipset tertinggi, melainkan mencari kombinasi spesifikasi yang paling seimbang sesuai harga.
Jadi, pertanyaan “lebih penting chipset atau RAM?” sebenarnya tidak harus membuat keduanya saling berhadapan.
Chipset menentukan seberapa kuat smartphone mengerjakan sebuah tugas, sedangkan RAM membantu perangkat menyediakan ruang kerja untuk menjalankan berbagai proses dengan lancar.
Mengejar RAM jumbo tetapi mengabaikan kemampuan chipset dapat membuat konsumen membayar lebih untuk kapasitas yang belum tentu memberikan peningkatan performa sesuai harapan.
Sebaliknya, chipset kencang dengan RAM terlalu terbatas juga dapat menghambat kenyamanan ketika menjalankan banyak aplikasi.
Karena itu, sebelum tergoda tulisan RAM 12 GB atau 16 GB di materi promosi sebuah smartphone, lihat lebih dulu chipset yang berada di baliknya.
Kombinasi keduanya jauh lebih penting daripada sekadar angka besar di atas kertas.

















































