Jakarta -
Pada era digital seperti sekarang, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan. Banyak orang yang rutin mengunggah momen keseharian atau kebahagiaan mereka melalui akun masing-masing. Beberapa orang juga memanfaatkannya sebagai portofolio untuk memajang koleksi karya.
Namun, di sisi lain, ada juga yang tidak terlalu aktif mengumbar kehidupan pribadi mereka di media sosial. Orang-orang seperti ini biasanya menggunakan media sosial hanya untuk mendapatkan informasi tertentu. Ternyata, dari sisi psikologi, kebiasaan ini mencerminkan kepribadian tertentu, lo!
Jika kamu termasuk salah satunya, mungkin kepribadian berikut ada di dalam dirimu. Yuk, simak informasinya berikut ini.
Tidak Haus Validasi
Banyak orang yang memamerkan pencapaian ataupun rutinitas harian mereka di media sosial demi mendapatkan validasi agar merasa senang. Namun, bagi orang yang jarang update di media sosial, mereka tidak membutuhkan pengakuan publik.
Mereka menyadari bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh jumlah likes atau komentar yang didapatkan. Alih-alih fokus mencari perhatian di media sosial, mereka cenderung lebih menghargai setiap momen yang terjadi di dunia nyata.
Selain itu, mereka juga tidak perlu merasa cemas untuk memikirkan berbagai respon yang diterima. Bagi mereka, ketenangan batin jauh lebih berharga daripada validasi semu di balik layar ponsel.
Suka Mengamati Sekitar
Jarang update sosmed bukan berarti tidak melihat konten yang dibagikan orang lain. Orang-orang seperti ini biasanya suka mengamati sekelilingnya secara jeli.
Mereka memilih untuk menjadi audiens yang tenang sambil menyerap setiap informasi yang dilihat tanpa harus terlibat di dalamnya. Orang-orang seperti ini memanfaatkan kegiatan scroll media sosial sebagai sarana untuk mempelajari hal-hal baru yang bermanfaat. Tak jarang, hal yang mereka temukan di medsos langsung dicoba di dunia nyata.
Memiliki Kecerdasan Emosional Tinggi
Tanpa disadari, mereka yang jarang update di sosial media dan lebih suka mengobservasi ternyata memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik daripada mereka yang sering mengunggah. Menurut studi di Northwestern University, orang seperti ini dinilai memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menerima perbedaan pendapat.
Berbagai komentar yang mereka baca memberikan perspektif baru tanpa harus ikut terlibat dalam perdebatan. Dengan mengobservasi secara tenang, mereka mampu menyaring informasi secara objektif sehingga lebih bijak dalam memahami dinamika sosial di sekitar.
Sangat Menghargai Privasi
Orang yang jarang update di sosial media dikenal sangat ketat dalam menjaga informasi pribadi. Hal ini juga membuat mereka sangat mudah menetapkan batasan untuk menghargai privasi orang lain. Bagi mereka, privasi merupakan sesuatu yang mahal.
Mereka sangat memahami bahwa terdapat batasan yang jelas antara hal yang layak dibagikan ke publik dan apa yang cukup menjadi konsumsi pribadi. Dengan tidak mengumbar setiap detail kehidupan, mereka justru merasa lebih bebas menjalani hari tanpa beban ekspektasi atau penilaian dari orang lain.
Tidak Mudah Terpengaruh Tren
Perkembangan tren di media sosial tidak pernah ada habisnya. Hal ini sering kali menimbulkan perasaan tidak tenang hingga sifat FOMO atau Fear of Missing Out. Namun, bagi orang yang jarang update di media sosial, mereka biasanya tidak mudah terpengaruh.
Orang seperti ini biasanya memiliki kendali penuh atas diri sendiri sehingga tidak merasa harus selalu mengikuti standar yang ditetapkan oleh orang lain. Alih-alih mengejar yang sedang viral, mereka lebih memilih untuk menikmati hidup dengan ritme yang mereka tentukan sendiri.
(Astrid Riyani Atmaja/agn)
Loading ...

2 hours ago
1












































