Jembatan Suramadu Membludak, Pemudik Tembus 10 Ribu Kendaraan

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura, Jawa Timur, mulai dipadati kendaraan roda dua dan roda empat jelang Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Kamis (19/3). Setidaknya sudah ada 10 ribu pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Suramadu Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Yunus mengatakan, kendaraan yang melintas mengalami lonjakan signifikan pada masa mudik lebaran tahun ini. Sebagian besar ialah kendaraan roda dua yang menuju arah Madura.

Pihak kepolisian mencatat adanya tren peningkatan jumlah kendaraan yang melintas secara bertahap. Lonjakan ini terpantau sudah mulai terjadi sejak sore Rabu (18/3) kemarin dan terus berlanjut hingga memasuki puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perkiraan hari ini dari pagi sampai sore nanti mungkin sekitar 10.000-an roda dua. Peningkatannya kemarin sore sudah mulai. terus tadi siang sudah mulai sampai sore ini," kata Yunus saat ditemui di Pospam Suramadu, Kamis sore.

Yunus mengatakan, kepadatan arus lalu lintas sempat memicu kemacetan hingga lebih dari 100 meter di gate masuk Suramadu sisi Surabaya.

Untuk mengurai kemacetan kendaraan, polisi sempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian kendaraan roda dua ke jalur roda empat secara situasional atau skema buka-tutup.

Meski petugas telah melakukan pengawalan dan imbauan di titik-titik krusial, masih ditemukan sejumlah pengendara yang nekat menerobos jalur bukan peruntukannya demi menghindari antrean.

"Ya, untuk mengurangi kemacetan ya memang tadi ini buka tutup. Sementara kita lewatkan jalur roda empat dulu. Kalau agak lengang ya lewat jalur roda dua lagi. Tadi sempat dikawal juga kok. Pertama tadi kita kawal begitu banyak ramai ya. Sampai [macet] mungkin 100 meter sana," ujarnya.

Yunus menambahkan, hari ini menjadi titik puncak arus mudik karena masyarakat mengejar waktu untuk tiba di kampung halaman sebelum hari raya, terutama untuk melakukan tradisi nyekar. Meskipun demikian, menurutnya arus kendaraan diprediksi masih akan tetap mengalir hingga esok hari.

"Hari ini orang-orang pulang ke Madura mungkin nyekar sebelum lebaran. Tapi besok kemungkinan masih ada [arus mudik]," ucapnya.

Selain faktor kepadatan, Yunus mengatakan, kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang juga harus diwaspadai pemudik. Utamanya bila hal itu terjadi saat melintas di atas jembatan. Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.

"Imbauannya ya kepada masyarakat yang menggunakan roda dua. Tetap mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan pengguna roda dua sendiri. Apabila di atas jembatan Suramadu mengingat cuaca kadang hujan. Jadi angin kencang. Jadi tetap hati-hati kurangi kecepatan. Itu intinya. Kalau memang mungkin kan ndak apa-apa ndak bisa lewat ya kita setop dulu ya. Demi keselamatan masyarakat," tutupnya.

(frd/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi