Kapan Prabowo ke Teheran? Sindiran PDIP Soal 35 Kunjungan Luar Negeri Jadi Sorotan

5 hours ago 1

FAJAR.CO.ID - Rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Teheran, Iran, yang belum memiliki jadwal resmi, memicu perdebatan tajam di tengah publik dan politisi. Jika terlaksana, kunjungan ini akan menjadi perjalanan luar negeri ke-36 dan negara ke-26 yang dikunjungi Prabowo selama masa jabatannya sejak 20 September 2024.

Jubir PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, mengungkapkan dalam unggahan di X bahwa dalam 16 bulan masa jabatan, Presiden telah melakukan 35 kunjungan luar negeri. Rata-rata hampir dua kali kunjungan setiap bulan, dengan sekitar 100–120 hari atau 20–25 persen waktu masa jabatan dihabiskan di luar negeri.

Debat Publik soal Intensitas Kunjungan Luar Negeri

Data tersebut memantik diskusi luas di media sosial. Sebagian publik mempertanyakan efektivitas diplomasi yang sangat intensif ini, terutama di tengah tekanan ekonomi domestik dan situasi global yang memanas. Mereka menilai frekuensi tinggi kunjungan bisa mengurangi fokus pada persoalan dalam negeri.

Sementara itu, ada pula yang menilai langkah aktif Presiden di panggung global justru memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam diplomasi internasional. "Frekuensi kunjungan ini menunjukkan diplomasi agresif dan positioning Indonesia sebagai pemain global," jelas Guntur menanggapi berbagai pandangan.

Belum Ada Jadwal Resmi Kunjungan ke Teheran

Hingga awal Maret 2026, pemerintah belum mengumumkan secara resmi tanggal keberangkatan Presiden ke Teheran. Kementerian Luar Negeri RI juga belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai agenda kunjungan tersebut.

Meski begitu, pemerintah sudah menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan dalam meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, langkah konkret berupa jadwal perjalanan masih belum ditetapkan.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi