Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi: Bermula dari Taksi Green SM

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kronologi kecelakaan maut yang melibatkan Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur tak terlepas dari rangkaian kejadian taksi Green SM Indonesia yang tertabrak KRL di perlintasan rel.

Sebelum kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, taksi Green SM dihantam KRL di daerah Bulak Kapal karena taksi listrik itu terhenti di tengah perlintasan.

Kendaraan tersebut berada di area rel sebelum akhirnya tertemper KRL menuju arah Jakarta. Kondisi itu menyebabkan perjalanan commuter line dari Jakarta menuju Cikarang terganggu dan rangkaian berhenti di jalur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berselang jauh, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL yang tengah berhenti. Benturan keras pun tak terhindarkan hingga menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL.

Saking kerasnya benturan, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek sampai merangsek masuk ke badan gerbong khusus wanita yang ada di bagian paling belakang KRL.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo telah mengonfirmasi kejadian ini.

"Oh iya, jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL. Di JPL(Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal," kata Franoto kepada wartawan, Senin (27/4) malam.

Franoto mengakui akibat insiden taksi yang tertemper kereta sehingga membuat KRL tersebut berhenti.

"Yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," katanya.

Kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB.

Perusahaan taksi Green SM Indonesia  menyatakan menaruh perhatian penuh pada insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur tersebut.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia di Instagram @id.greensm.

Green SM Indonesia menyatakan akan berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan layanan secara berkelanjutan.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," demikian pernyataan itu.

"Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," lanjut pernyataan Green SM Indonesia.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

(gil/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi