Jakarta, CNN Indonesia --
Marc Marquez mendukung sistem baru penalti dalam MotoGP 2026 yang mulai diterapkan dalam GP Thailand 2026.
Juara dunia MotoGP 2025 ini kehilangan gelar juara sprinte race pada Sabtu (28/1). Marquez kalah dari Pedro Acosta karena mendapatkan penalti dalam duel dengan Acosta.
Marquez tak ingin berpolemik soal aturan baru penalti. Ia mendukung aturan baru tersebut. Baginya pembalap harus berdaptasi dengan sistem dan aturan yang diterapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini era baru di MotoGP. Mereka menginginkannya seperti ini, jadi kita perlu beradaptasi. Para pembalap tidak punya hak untuk berkomentar. Kita harus mengikuti aturan," katanya dilansir dari Crash.
Namun, pembalap asal Spanyol ini mengkritisi lambatnya pemberitahuan sanksi penalti. Ia berharap operator balapan bisa mempercepat pemberitahuan sanksi.
"Menurut saya, pesan itu datang terlambat, baru di tikungan terakhir.Jika mereka ingin menerapkan sistem ini, bersikaplah lebih ketat, memberikan penalti sejak keluar dari Tikungan 3," katanya.
Marquez dihukum penalti turun satu peringkat setelah menyenggol Pedro Acosta yang hendak menyalip dari luar di Tikungan 12. Benturan itu dianggap Steward FIM sebagai pelanggaran.
Juara tujuh kali MotoGP berusia 33 ini semula memimpin balapan pada lap terakhir sprint race MotoGP Thailand. Namun ia terpaksa harus rela turun satu peringkat.
Di tikungan terakhir pada lap terakhir Acosta menyalip Marquez. Namun karena tidak memiliki cukup waktu kembali menyalip, Marquez akhirnya kalah dari Acosta.
(abs)

6 hours ago
1















































