CNN Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 20:50 WIB
Karakter Masha dalam serial Masha and The Bear. (dok. Animaccord Animation Studio via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Masha and the Bear merupakan serial animasi asal Rusia yang menjadi salah satu tontonan favorit lintas generasi selama ini.
Seiring dengan popularitas petualangan gadis kecil dan beruang bernama Mishka ini, muncul berbagai spekulasi yang mempertanyakan ceritanya diangkat dari kisah nyata atau tidak.
Dalam sebuah artikel yang dipublikasi di media massa Russia Beyond pada pertengahan 2016 silam ditulis bahwa serial animasi tersebut sebenarnya tidak benar-benar diangkat dari kisah nyata. Namun kreatornya, Oleg Kuzovkov, terinspirasi membuat Masha dari karakter seorang manusia yang pernah ditemuinya di dunia nyata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ide serial ini muncul dari keinginan kami untuk menunjukkan hubungan antara orang dewasa dan anak-anak bukan secara didaktik, tetapi dalam bentuk komik sehingga semua penonton dapat memahami perasaan yang dialami para karakternya," kata sutradara proyek tersebut, Denis Chervyatsov, kala itu.
Dia lalu menjelaskan soal inspirasi yang membentuk karakter Masha. Namun, semua itu berawal bukan dari hutan--seperti yang jadi latar serial Masha--, melainkan pantai.
Kala itu, di era 1990an, Kuzovkov berlibur ke salah satu kawasan pesisir, dan di sana dia melihat seorang anak perempuan kecil di pantai.
Saat itu, ia mengamati seorang anak perempuan yang sangat aktif dan penuh semangat hingga mudah akrab dengan siapa saja, bahkan tak segan ikut bermain catur atau berenang bersama para pelancong lain.
Lucunya, setelah beberapa hari, para wisatawan justru mulai bersembunyi dan menghindar karena merasa anak kecil tersebut terlalu mengganggu akibat saking aktifnya.
Momen unik itu yang kemudian menjadi inspirasi bagi Kuzovkov untuk menggarap premis utama Masha and the Bear.
Lantas untuk alur cerita, Chervyatsov mengatakan para pembuatnya mengambil plot untuk episode-episode serial itu dari kehidupan pribadi mereka. Hal itu, katanya, mudah karena mereka semua punya anak dan pernah 'terganggu' dengan polah bocah-bocah itu.
"Sebagian besar dari kita memiliki anak... Bahkan mereka yang terlibat dalam animasi meniru perilaku anak-anak mereka sendiri atau anak-anak teman mereka; begitu pula dengan penulis skenario," katanya.
Karakter Masha yang "mengganggu" namun menggemaskan ini pun terlihat jelas sejak episode pertama, di mana hewan-hewan di hutan justru takut karena ia terus-menerus mengajak mereka bermain.
Hubungannya dengan sang beruang pun berawal dari ketidaksengajaan saat Masha mengejar kupu-kupu hingga merusak rumah Mishka.
Meskipun sang beruang sempat mencoba mengusirnya berkali-kali, keduanya justru berakhir menjadi sahabat yang tak terpisahkan.
Sejak tayang perdana pada Januari 2009, Masha and the Bear mencetak sejarah sebagai animasi Rusia pertama yang dirilis dalam format 4K.
Kesuksesan besar ini membawa serial tersebut berlanjut hingga enam musim dengan total 117 episode yang tersebar di berbagai negara. Dominasi serial ini bahkan terlihat jelas di platform digital.
Salah satu episodenya berhasil menembus angka 4,5 juta penayangan per April 2022 dan sempat menduduki peringkat ke-14 sebagai video nonmusik dengan penonton terbanyak di YouTube.
Masha and the Bear kini masih bisa ditonton di Vidio dan juga YouTube.
(tim/kid)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1

















































