Jakarta, CNN Indonesia --
Tren penjualan emas perhiasan di sejumlah toko di Jakarta meningkat menjelang Lebaran 2026, seiring kebutuhan masyarakat untuk memenuhi belanja Hari Raya.
Salah satu pemilik Toko Bukit Emas di kawasan Cikini Gold Center, Jakarta, Juwita mengatakan tren penjualan emas mulai terasa meningkat sekitar dua minggu sebelum Lebaran, dengan jumlah penjual yang datang semakin bertambah setiap harinya.
"Lumayan banyak yang datang jual emas perhiasan. Kayaknya dua minggu sebelum Lebaran sih udah mulai ramai," kata Juwita di sela melayani calon pembeli emas di Jakarta, Kamis (19/3) mengutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebutkan, peningkatan itu tergolong lumayan ramai dibandingkan hari biasa, karena banyak masyarakat memanfaatkan emas sebagai aset yang dapat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
Menurutnya, momen Lebaran sering dimanfaatkan masyarakat menjual emas perhiasan untuk berbagai keperluan, termasuk belanja kebutuhan Hari Raya hingga persiapan acara setelah Lebaran seperti rencana pernikahan atau kegiatan lainnya.
"Ini kan ada momen-momen Lebaran jadi kan orang pasti mau kayak buat belanja gitu-gitu sih. Kemudian biasanya kalau momen-momen setelah Lebaran tuh katanya orang bagus untuk nikah atau apa, jadi ya lumayan rame (orang menjual emas)," tuturnya.
Jenis emas yang dijual pun beragam, mulai dari perhiasan seperti cincin, gelang, dan kalung, hingga emas batangan yang juga turut dijual oleh sebagian masyarakat ke toko emas.
Dalam satu hari, Juwita memperkirakan terdapat sekitar empat hingga lima orang yang datang untuk menjual emas mereka, dengan tren yang terus meningkat mendekati hari raya Lebaran.
Ia menilai fenomena ini merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun, terutama menjelang Lebaran, di mana masyarakat cenderung memanfaatkan emas sebagai cadangan keuangan yang mudah dicairkan.
"Kalau di momen-momen kayak Lebaran rutin (orang menjual emas perhiasan), biasanya begitu," kata Juwita.
Senada, Rangga, salah satu karyawan toko emas di kawasan Cikini Gold Center, mengungkapkan tren penjualan emas meningkat menjelang Lebaran seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memenuhi berbagai keperluan menjelang hari raya.
Ia menyebutkan, saat ini aktivitas penjualan emas oleh masyarakat tergolong ramai, dengan banyak warga datang ke toko untuk menjual emas mereka guna mendapatkan dana tunai tambahan.
Dalam satu hari, Rangga memperkirakan jumlah masyarakat yang datang untuk menjual emas bisa mencapai sekitar sepuluh orang, meningkat dibandingkan hari biasa di luar periode menjelang Lebaran.
Ia juga membandingkan kondisi tahun ini dengan tahun sebelumnya, di mana pada periode yang sama justru lebih banyak masyarakat yang membeli emas dibandingkan menjualnya.
"Trennya lagi itu, lagi banyak (warga yang) jual (emas). Bisa sampai 10 orang. Kalau tahun kemarin banyak beli," kata Rangga.
Menurutnya, jenis emas yang dijual masyarakat cukup beragam, baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan, yang menunjukkan kebutuhan likuiditas dari berbagai kalangan masyarakat saat ini.
"Biasanya emas yang dijual campuran (perhiasan dan batangan). Ini terjadi sejak 10 hari mau Lebaran," jelas Rangga.
Rangga menambahkan bahwa tren peningkatan penjualan emas tersebut mulai terlihat sekitar sepuluh hari menjelang Lebaran, dan menjadi fenomena yang cukup mencolok dibandingkan periode sebelumnya.
(ins)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1
















































