Memahami Gejala dan Teknik Sederhana Mengatasi Panic Attack

13 hours ago 4

Jakarta -

Banyak orang mengira panic attack hanya muncul saat seseorang sedang berada dalam tekanan besar atau menghadapi situasi menakutkan.

Padahal, kondisi ini justru bisa datang secara tiba-tiba ketika seseorang sedang santai, menonton film, me time, bahkan saat ingin tidur.

Panic attack sendiri merupakan kondisi ketika seseorang mengalami lonjakan rasa takut dan cemas yang sangat intens dalam waktu singkat. Kondisi tersebut biasanya disertai gejala fisik yang terasa nyata dan membuat tubuh tidak nyaman.

Meski sering dikaitkan dengan gangguan mental, panic attack tidak selalu berarti seseorang memiliki gangguan psikologis klinis. Dalam banyak kasus, panic attack bisa muncul sebagai respons tubuh terhadap kombinasi faktor emosional, biologis, dan lingkungan.


Gejalanya pun sering membuat seseorang panik karena terasa seperti kondisi medis serius. Mulai dari jantung berdebar cepat, napas terasa sesak, tubuh gemetar, keringat berlebihan, pusing, mual, hingga sensasi seperti akan pingsan.

Tak sedikit orang juga mengalami ketakutan ekstrem secara mendadak tanpa tahu penyebab pastinya. Pikiran terasa dipenuhi skenario buruk yang sulit dikendalikan.

Menurut penjelasan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders atau DSM-5, panic attack biasanya melibatkan kombinasi gejala fisik, emosional, dan mental yang muncul bersamaan.

Menariknya, panic attack tidak selalu memiliki pemicu yang jelas. Ada yang muncul karena situasi tertentu seperti berada di lift, ruang sempit, atau saat pesawat hendak lepas landas. Namun ada juga yang datang tanpa peringatan sama sekali.

Seseorang bisa saja sedang rebahan santai, lalu mendadak merasa takut, tubuh berkeringat, jantung berdebar, dan pikiran menjadi kacau tanpa tahu apa pemicunya.

Para peneliti hingga kini belum menemukan satu penyebab pasti panic attack. Namun beberapa faktor dinilai punya pengaruh besar, mulai dari riwayat keluarga, kondisi psikologis, kepribadian, hingga tekanan lingkungan.

Paparan informasi yang membuat stres dan cemas secara terus-menerus juga diduga bisa memengaruhi kondisi mental seseorang tanpa disadari. Akumulasi tekanan tersebut kemudian dapat memicu respons panik mendadak pada tubuh.

Karena itu, panic attack tidak bisa disimpulkan hanya dari satu faktor saja. Banyak ahli menilai kondisi ini biasanya muncul akibat gabungan beberapa hal sekaligus.

Saat panic attack muncul tiba-tiba, ada teknik sederhana yang bisa membantu tubuh kembali tenang, yaitu grounding technique. Cara ini dilakukan dengan mengalihkan fokus pikiran ke kondisi sekitar agar tubuh perlahan keluar dari mode panik.

Misalnya dengan menyebut lima benda yang terlihat di sekitar, mendengarkan suara tertentu, mencium aroma di sekitar, atau menyentuh benda untuk membantu otak kembali fokus pada kondisi nyata.

Meski begitu, jika panic attack mulai sering muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau profesional kesehatan mental menjadi langkah penting agar kondisi tidak semakin berat.

Memahami panic attack dengan benar juga penting agar seseorang tidak langsung melakukan diagnosis mandiri dari internet. Sebab setiap kondisi psikologis memiliki penanganan dan penyebab yang berbeda-beda.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi