Mengenal Pola Hidup Vegetarian, Lebih dari Sekadar Diet Tanpa Daging

6 hours ago 6

Jakarta -

Seiring meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup sehat, pola hidup vegetarian kini mulai dilirik oleh banyak orang. Pola hidup ini sering kali dipilih untuk menjaga kesehatan, khususnya menurunkan berat badan dengan menghindari asupan daging-dagingan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa individu yang menerapkan diet vegan berhasil menurunkan berat badan 2,5 kg lebih banyak daripada mereka yang menerapkan pola makan biasa. Diet vegan sendiri lebih mengutamakan konsumsi produk nabati, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

Di sisi lain, masih banyak yang beranggapan bahwa menjalani diet vegan berarti 100% hanya mengonsumsi produk nabati. Padahal, klasifikasi vegetarian sebenarnya cukup beragam dan tidak hanya terbatas pada konsumsi sayur-sayuran semata. Yuk, kenali pola hidup vegetarian dari pola makannya berikut ini!

Semi vegetarian atau Flexitarian

Individu penganut pola makan semi vegetarian atau flexitarian cenderung fleksibel. Mereka tidak menjalankan diet vegetarian secara total karena masih mengonsumsi jenis makanan tertentu di luar produk nabati.


Seseorang dengan pola makan ini tetap memprioritaskan sayuran, buah, dan biji-bijian sebagai makanan utama. Namun, mereka juga sesekali mengonsumsi daging atau produk hewani di saat tertentu dengan jumlah yang sedikit.

Lacto Vegetarian

Kalau diet vegetarian yang satu ini sudah tidak lagi memakan daging-dagingan dan produk hewani lainnya.

Namun, mereka yang menerapkan diet lacto vegetarian masih mengonsumsi produk yang berbahan dasar susu, seperti yogurt, keju, dan mentega.

Ovo Vegetarian

Ovo Vegetarian adalah pola makan vegetarian yang mengecualikan daging hingga produk susu pada menu hariannya.

Meski begitu, para vegan yang menerapkan pola makan ini masih mengonsumsi telur dan produk turunannya.

Lacto-ovo Vegetarian

Sesuai dengan namanya, pola makan jenis ini merupakan perpaduan antara lacto dan ovo vegetarian. Individu yang menerapkan diet ini menghindari segala jenis daging, ikan, maupun unggas.

Di sisi lain, mereka masih menyertakan telur, susu, serta berbagai produk turunannya dalam menu harian.

Manfaat Pola Hidup Vegetarian

Selain dapat menurunkan berat badan, pola hidup vegetarian juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan jangka panjang. Berikut ini manfaat pola hidup vegetarian.

Mengurangi Risiko Diabetes

Diet vegetarian disebut-sebut dapat membantu menurunkan risiko diabetes. Asupan serat rutin yang tinggi dari sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan mampu mengelola kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin. Alhasil, tubuh menjadi lebih efisien dalam mengolah gula darah sehingga risiko terjadinya lonjakan glukosa penyebab diabetes dapat terminimalisir.

Sebaliknya, konsumsi daging, baik daging segar maupun daging olahan secara berlebihan sering kali dikaitkan dengan risiko diabetes. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya kandungan lemak jenuh di dalamnya. Kandungan tersebut lama kelamaan dapat memicu resistensi insulin dan kenaikan kadar gula darah.

Meningkatkan Kesehatan Jantung

Manfaat berikutnya dari diet vegetarian adalah membantu meningkatkan kesehatan jantung. Secara alami, produk nabati memiliki kadar lemak jenuh dan kolesterol yang jauh lebih rendah dibandingkan protein hewani. Dengan membatasi asupan lemak jahat tersebut, risiko penumpukan plak pada dinding arteri dapat ditekan secara signifikan.

Produk nabati seperti sayur-sayuran juga mengandung berbagai nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan jantung. Salah satu kandungan yang paling banyak ditemukan pada sayuran adalah Vitamin K yang dapat membantu mencegah penggumpalan darah.

Kanker masih menjadi ancaman yang mengkhawatirkan banyak orang. Kabar baiknya, penyakit ini bisa diminimalisir dengan menerapkan pola diet vegetarian.

Tingginya asupan antioksidan dan fitonutrien yang terkandung di dalam sayur dan buah-buahan berperan aktif dalam menjaga sel-sel tubuh dari radikal bebas penyebab tumbuhnya sel kanker. Selain itu, tubuh juga mendapat perlindungan ekstra dari kandungan serat yang bisa mempercepat pembuangan zat karsinogenik.

Melancarkan Metabolisme Tubuh

Diet vegetarian juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran metabolisme tubuh. Secara medis, kandungan serat yang tinggi dari sayur-sayuran dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih aktif.

Selain itu, serat juga dapat membuat tekstur feses menjadi lebih lunak. Hal ini dapat memudahkan proses buang air besar sehingga dapat melancarkan proses pencernaan sekaligus mencegah risiko sembelit secara efektif.

(Astrid Riyani Atmaja/agn)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi