Menuju Puncak Haji: Simak Larangan dan Anjuran Hari Arafah bagi Jemaah

3 hours ago 2

CNN Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 08:30 WIB

Suasana Masjidil Haram jelang puncak musim haji. Suasana Masjidil Haram jelang puncak musim haji. (ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Arafah yang jatuh setiap tanggal 9 Zulhijah merupakan momen paling sakral dalam seluruh rangkaian ibadah haji. Di hari agung ini, jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang menjadi inti sekaligus penentu keabsahan ibadah haji.

Demi menjaga kesucian kain ihram, ketertiban umum, serta kekhusyukan beribadah, terdapat sejumlah aturan ketat yang wajib dipatuhi. Panduan ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang sedang berada di Tanah Suci, melainkan juga memuat anjuran khusus bagi umat Muslim yang merayakannya di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Larangan di Padang Arafah yang Wajib Dipatuhi

Berdasarkan Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, jemaah haji dilarang keras melakukan hal-hal berikut selama berada di kawasan Arafah:

- Larangan Merokok dan Membuang Puntung Sembarangan: Aktivitas merokok dilarang total di seluruh area Arafah, termasuk di dalam tenda. Selain mengganggu jemaah lain dan mengurangi kekhusyukan, membuang puntung rokok sembarangan berisiko tinggi memicu kebakaran.

- Memaksakan Diri Menuju Jabal Rahmah: Jemaah diimbau untuk tidak memaksakan fisik pergi ke Jabal Rahmah atau memaksakan diri menggelar wukuf di luar tenda demi menghindari kelelahan ekstrem dan kepadatan massa.

- Melanggar Aturan Ihram: Jemaah laki-laki dilarang mengenakan penutup kepala serta alas kaki yang menutup mata kaki. Sementara jemaah perempuan dilarang menutup wajah (cadar) dan kedua telapak tangan. Penggunaan wewangian atau parfum juga tidak diperbolehkan selama ihram.

- Merusak Alam dan Membunuh Binatang: Dilarang memotong atau mematahkan ranting pohon, kayu, serta mencabut rumput di tanah suci. Jemaah juga dilarang membunuh hewan apa pun, kecuali binatang buas yang mengancam keselamatan jiwa.

- Menjaga Lisan dan Hubungan Suami Istri: Jemaah dilarang melakukan hubungan seksual beserta segala aktivitas pendahulunya. Selain itu, wajib menghindari pertengkaran, caci maki, melontarkan kata-kata kotor, serta segala bentuk perbuatan maksiat.

Anjuran Amalan demi Kenyamanan dan Kekhusyukan Wukuf

Selain menjauhi larangan, Kemenhaj RI juga merilis panduan operasional dan spiritual yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh jemaah guna mendukung kelancaran ibadah bersama:

Aspek Ketertiban dan Kesehatan:

- Tertib saat turun dari bus dan memasuki tenda, serta tidak saling berebut tempat atau ruang penyimpanan barang.
- Disiplin mengantre saat menggunakan fasilitas toilet atau kamar mandi umum.
- Menjaga stamina dengan mengonsumsi jatah makanan yang disediakan secara teratur dan memastikan aurat tetap tertutup rapat, baik di dalam tenda maupun saat keluar masuk kamar mandi.

Aspek Spiritual dan Pelaksanaan Wukuf:

- Memperbanyak zikir, talbiyah, istighfar, tahlil, dan doa, terutama menjelang detik-detik waktu wukuf tiba.
- Mendengarkan khutbah Arafah dengan khidmat dan mengikuti salat berjamaah Zuhur dan Asar yang dilakukan secara jamak taqdim qashar.
- Segera menghubungi petugas kloter terdekat jika menghadapi kendala terkait tata cara ibadah maupun gangguan kesehatan.

Anjuran Khusus bagi Umat Muslim di Tanah Air

Bagi umat Islam yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini, momentum Hari Arafah tetap bisa diisi dengan limpahan pahala yang besar.

Merujuk pada Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH. Muhammad Habibillah, umat Muslim di tanah air sangat disunnahkan untuk melaksanakan Puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Ibadah puasa sunnah ini digelar secara bersamaan dengan momen krusial saat para jemaah haji sedang melangsungkan wukuf di Padang Arafah, sebagai bentuk persatuan spiritual umat Islam sedunia.

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang tidak terdapat dalam amal ibadah lainnya. Orang yang menjalankan puasa ini akan diampuni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW menegaskan terkait keutamaan tersebut, berikut bunyi haditsnya:

وَسُبِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Artinya: "Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Artinya: "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)

Wallahu a'lam.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi