CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 19:45 WIB
ilustrasi. Sering jadi perdebatan antara menulis dan mengetik yang paling bagus untuk otak. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di tengah kebiasaan mencatat lewat laptop, tablet, atau ponsel, menulis tangan mungkin terasa lebih lambat dan kurang praktis. Mengetik memang membuat catatan terlihat lebih rapi, mudah dicari, dan cepat dibagikan.
Namun, cara yang lebih cepat tidak selalu berarti lebih efektif untuk belajar. Saat menulis dengan tangan, seseorang tidak bisa menyalin semua informasi begitu saja. Otak perlu memilih mana yang penting, merangkum, lalu menuliskannya kembali dengan bahasa sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses yang lebih lambat inilah yang justru memberi nilai lebih pada aktivitas menulis tangan. Bukan sekadar memindahkan kata ke kertas, tetapi juga membantu otak memahami dan menyimpan informasi dengan lebih baik.
Sejumlah riset terbaru menunjukkan bahwa menulis dengan tangan cenderung lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat dibandingkan mengetik. Bukan karena mengetik buruk, melainkan karena tulisan tangan membuat otak bekerja lebih aktif saat menerima informasi.
Sebuah ulasan dalam jurnal Educational Psychology Review yang merangkum 24 studi menemukan bahwa mencatat kuliah dengan tulisan tangan, lalu meninjaunya kembali, menghasilkan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan mencatat dengan mengetik.
Mengetik memang memungkinkan seseorang mencatat lebih banyak informasi. Namun, tulisan tangan mendorong proses memilih, meringkas, dan mengolah materi dengan kata-kata sendiri. Proses ini membantu informasi lebih mudah dipahami dan diingat.
Temuan dari bidang neurosains juga mendukung hal tersebut. Dalam kajian The Neuroscience Behind Writing, menulis tangan disebut melibatkan aktivasi otak yang lebih luas dan berkaitan dengan pembentukan memori jangka panjang.
Mengetik tetap punya keunggulan
Meski demikian, mengetik tetap memiliki kelebihan. Cara ini lebih unggul untuk mencatat dengan cepat atau menangkap banyak informasi sekaligus. Pada sebagian pelajar, seperti mereka yang memiliki disleksia, studi dalam jurnal Learning and Instruction bahkan menemukan bahwa mengetik bisa lebih membantu.
Namun secara umum, untuk proses belajar yang membutuhkan pemahaman mendalam, menulis tangan masih memiliki keunggulan.
Jadi, jika ingin materi lebih melekat di kepala, mencatat dengan tangan bisa menjadi pilihan yang lebih efektif. Bukan berarti harus meninggalkan laptop sepenuhnya, melainkan memberi ruang bagi otak untuk memproses informasi secara lebih perlahan dan mendalam.
(anm/tis)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
1

















































