Selular.ID – Meta dilaporkan tengah mengembangkan agen kecerdasan buatan konsumen bernama Hatch yang dirancang untuk menjalankan tugas digital secara otomatis, termasuk membantu pengguna berbelanja langsung dari platform Instagram.
Laporan terbaru menyebut teknologi ini sedang diuji sebagai bagian dari pergeseran strategi Meta dari AI berbasis percakapan menuju sistem agentic AI, yakni kecerdasan buatan yang tidak hanya merespons perintah, tetapi juga mampu mengeksekusi tindakan secara mandiri.
Informasi ini pertama kali diungkap dalam laporan The Information yang menyebut Hatch sedang diuji pada lingkungan simulasi berbagai aplikasi pihak ketiga, termasuk platform pengantaran makanan, forum komunitas, hingga layanan email.
Pendekatan tersebut menunjukkan Meta tengah mengembangkan AI yang dapat bekerja lintas aplikasi, tidak terbatas pada ekosistem internal perusahaan.
Langkah ini menandai evolusi penting dalam strategi AI Meta. Selama dua tahun terakhir, perusahaan lebih dikenal lewat pengembangan asisten percakapan seperti Meta AI yang telah terintegrasi di sejumlah aplikasi utama.
Kini, fokus mulai bergeser pada AI yang dapat membantu pengguna menyelesaikan tugas nyata secara otomatis.
Konsep agentic AI sendiri menjadi salah satu tren terbesar industri teknologi sepanjang 2026.
Berbeda dari chatbot generatif konvensional yang hanya memberikan jawaban berbasis teks, agen AI dirancang untuk memahami konteks, menyusun langkah operasional, dan menjalankan tugas secara langsung melalui integrasi perangkat lunak.
Dalam konteks Meta, salah satu implementasi paling menonjol dilaporkan akan hadir di Instagram melalui fitur belanja berbasis AI.
Sistem ini memungkinkan pengguna mengetuk produk yang muncul di Reels atau unggahan, lalu menyerahkan proses pencarian detail produk, perbandingan harga, hingga eksekusi pembelian kepada AI.
Jika terealisasi, fitur tersebut dapat mengubah cara pengguna berinteraksi dengan konten komersial di media sosial.
Alih-alih sekadar melihat tautan produk atau diarahkan ke halaman eksternal, pengguna dapat menyelesaikan transaksi melalui bantuan otomatis berbasis percakapan.
Pengembangan ini sejalan dengan ambisi Meta memperkuat posisi Instagram sebagai platform perdagangan sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan terus memperluas fitur monetisasi di Instagram untuk bersaing dengan platform seperti TikTok yang sukses membangun ekosistem belanja terintegrasi melalui TikTok Shop.
Meta melihat otomatisasi berbasis AI sebagai cara untuk mengurangi friksi dalam pengalaman belanja seluler.
Proses seperti mencari informasi produk, membandingkan opsi, mengisi formulir, hingga menyelesaikan pembayaran selama ini kerap menjadi hambatan utama dalam konversi transaksi digital.
Secara teknis, laporan menyebut Hatch saat ini masih memanfaatkan model AI dari Anthropic untuk mendukung proses pengujian.
Di saat yang sama, Meta juga disebut tengah menyiapkan model internal bernama Muse Spark yang nantinya diproyeksikan menjadi fondasi utama platform tersebut.
Langkah ini memperlihatkan bahwa Meta belum sepenuhnya mengandalkan teknologi internal untuk fase awal pengembangan agen AI.
Strategi serupa juga dilakukan sejumlah perusahaan teknologi lain yang menggunakan model pihak ketiga sebelum infrastruktur internal mereka siap digunakan secara komersial.
Pengembangan Hatch juga berkaitan erat dengan pandangan CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang sebelumnya menyoroti potensi agen AI sebagai fase berikutnya dari evolusi asisten digital.
Ia pernah menyebut bahwa sistem otomatis seperti ini menjanjikan, tetapi masih terlalu kompleks untuk diakses pengguna umum dalam bentuk saat ini.
Meta tampaknya berupaya menyederhanakan konsep tersebut dengan membangun pengalaman pengguna yang lebih intuitif di platform yang sudah akrab digunakan miliaran orang setiap hari.
Instagram dinilai menjadi titik masuk strategis karena memiliki kombinasi kuat antara eksplorasi visual, rekomendasi algoritmik, dan aktivitas komersial.
Tren ini juga sejalan dengan perkembangan industri AI global, di mana perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Microsoft mulai mengembangkan sistem AI yang mampu melakukan tugas kompleks secara mandiri.
Hingga saat ini, Meta belum memberikan pernyataan resmi mengenai jadwal peluncuran Hatch atau konfirmasi fitur belanja otomatis di Instagram.
Namun laporan pengujian internal ini memperlihatkan arah baru strategi perusahaan: menjadikan AI bukan sekadar alat percakapan, melainkan asisten digital yang aktif bekerja membantu aktivitas pengguna secara langsung di berbagai platform.
Baca Juga: Tren Pasar Mobil Bekas Kian Stabil, OLX Capai 20 Juta Pengunjung



















































