Muhammadiyah Sediakan 1.374 Titik Salat Idulfitri di DIY Besok

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY bersama jajaran daerah dan ranting menyiapkan 1.374 lokasi pelaksanaan salat Idulfitri yang tersebar di seluruh kabupaten/kota pada provinsi tersebut.

Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, ribuan lokasi pelaksanaan salat tersebar di antaranya 236 titik di Kota Yogyakarta, lalu Kabupaten Sleman 303 titik, Bantul 276 titik, Gunungkidul 378 titik dan Kulon Progo 181 titik.

Sekretaris PWM DIY, Arif Jamli Muis, menuturkan penyiapan lokasi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang akan melaksanakan salat Idulfitri pada 20 Maret 2026 besok. Dia menegaskan bahwa Muhammadiyah DIY tak semata fokus pada kelancaran ibadah, tapi juga mengusung komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui penyelenggaraan Shalat Idulfitri 1447 H ini, Muhammadiyah DIY mengajak seluruh jamaah untuk mewujudkan 'Shalat Ied Minim Sampah' (Zero Waste Ied) sebagai bagian dari dakwah lingkungan (ekoteologi), sehingga ibadah menjadi lebih khusyuk, bermakna, dan diridai Allah SWT," ujar Arif.

Harapannya, komitmen ini bisa menjadi contoh nyata bahwa nilai-nilai keagamaan mampu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif umat dalam meminimalisir produksi sampah, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.

Melalui layanan digital yang disediakan, warga Muhammadiyah juga dapat dengan cepat dan praktis menemukan titik-titik penyelenggaraan salat di berbagai daerah.

Hanya dengan memindai kode respons cepat (QR code) yang tersedia di berbagai media sosial Muhammadiyah atau mengunjungi pranalahttps://s.id/LokasiSalatIdulfitri1447H, informasi lokasi dapat diakses dengan cepat.

Pencarian lokasi juga dapat dilakukan melalui aplikasi MASA yang menghadirkan fitur khusus untuk membantu menemukan tempat salat terdekat.

Lain dari pemerintah, PPMuhammadiyah sudah menentukan 1 Syawal atauIdulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Pemerintah RI diketahui baru akan menggelar sidang isbat yang bakal menentukanwaktu Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Sidang Isbat itu digelar Kamis sore ini, mulaipukul 16.00 WIB di kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Andai hilal tampak sesuai kriteria pemerintah, Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026, jika belum maka 21 Maret 2026.

Berdasarkan penjelasan secara astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), posisi hilal pada waktu Magrib di wilayah Asia Tenggara pada Kamisini diperkirakan belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Visibilitas hilal menurut kriteria MABIMS untuk menentukan awal bulan hijriah yakni minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

"Pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, maka 1 Syawal 1447 = 21 Maret 2026," kata Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin dalam tulisan di blognya pada 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026 berdasarkan data prediksi pada 19 Maret 2021 yang menunjukkan pengamatan hilal berkisar antara 0,91 derajat di Merauke Papua hingga 3,13 derajat di Sabang, Aceh.

Sementara elongasi geosentris diperkirakan berada pada rentang 4,54 derajat di Waris, Papua hingga 6,1 derajat di Banda Aceh.
Menurut data itu BMKG menjelaskan hilal kemungkinan tak tampak pada 19 Maret 2026 sehingga Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

(kum/jal)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi